150 Wanita Dibunuh Karena Menolak Menikah dengan Anggota ISIS

Baru-baru ini ISIS bahkan menerbitkan panduan bagi para pejuang bagaimana memperkosa wanita dan menjadikannya sebagai budak.

TRIBUNSUMSEL.COM - Seorang anggota ISIS diduga bertanggungjawab karena menembak mati 150 wanita dan anak perempuan. Termasuk diantaranya wanita yang sedang hamil, karena menolak untuk menikahi anggota ISIS.

Dilansir dari Dailymail, Abu Anas Al-Libi mengeksekusi wanita sebelum mengubur tubuhnya di kuburan massal di Fallujah Provinsi Aal Anbar, Irak.

Kementerian Hak Asasi Manusia Irak mengatakan bahwa diperkirakan dia membunuh kebanyakan wanita dari suku Yazidi.

Mereka dibunuh karena menolak untuk masuk dalam kawin kontrak palsu dengan pejuang ISIS, dimana mereka akan diperlakukan sebagai budak seks.

"Setidaknya 150 wanita termasuk yang hamil dieksekusi di Fallujah oleh seorang militan bernama Abu Anas Al-Libi setelah mereka menolak pernikahan jihad," ujar pernyataan dari kementerian tersebut.

Banyak keluarga yang terpaksa bermigrasi dari Kota Utara Provinsi Al-Wafa setelah ratusan warga menerima ancaman pembunuhan.

Pernyataan tersebut juga menuturkan bahwa militan telah mengubah masjid di Fallujah menjadi penjara dimana mereka menawan ratusan pria dan wanita.

Al-Libi bukan ekstrimis dengan nama sama yang diduga membantu melaksanakan pemboman kedutaan Afrika pada tahun 1998 yang membunuh 224 orang di Kenya dan Tanzania.

Pejuang ISIS telah mengambil ribuan wanita dan anak-anak sebagai tawanan, terutama sekitar 2500 wanita dari minoritas Yazidi di Irak.

Laporan PBB bulan lalu mengatakan bahwa para wanita tersebut dibawa sampai Raqqa di Suriah dan dijual ke pejuang ISIS atau diberikan sebagai hadiah untuk pemimpin mereka.

Beberapa dari mereka diklaim digunakan sebagai budak seks. Baru-baru ini ISIS bahkan menerbitkan panduan bagi para pejuang bagaimana memperkosa wanita dan menjadikannya sebagai budak.

Tags
isis
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved