ASEAN University Games
Indonesia Bantai Myanmar 5-1
Luar biasa, hari ini para pemain mampu bermain sesuai instruksi dan menunjukkan determinasi sepanjang 90 menit.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Indonesia memastikan menjadi juara grup A Asean University Games (AUG) 2014 usai membekap Myanmar dengan skor 5-1 dalam laga yang dimainkan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Jumat (12/12) sore. Dengan kemenangan ini, Indonesia memastikan satu tempat di babak semifinal dan menunggu runner up grup A yang akan diperebutkan oleh Malaysia/Singapore dan baru akan bertanding Sabtu (13/12) sore.
“Luar biasa, hari ini para pemain mampu bermain sesuai instruksi dan menunjukkan determinasi sepanjang 90 menit. Di laga ini saya membuat beberapa perubahan, baik dari sisi starting eleven maupun skema yang semula 4-2-3-1 menjadi 4-4-2, hasilnya juga positif dan bisa saya katakan bahwa sejauh ini tim yang bermain di laga ketiga merupakan the winning team Indonesia,” ujar pelatih Indonesia Rasyito Amsa usai pertandingan.
Menurutnya, dengan skema baru tersebut anak asuhnya terbukti mampu lebih ofensif dan barisan penyerangnya juga mengakhiri paceklik gol di 2 laga sebelumnya. “Melawan Myanmar kami bermain dengan 2 striker dan saya bersyukur bisa memecah kebuntuan di laga-laga sebelumnya,” tambahnya.
Namun meskipun meraih kemenangan, namun dirinya tetap memberikan beberapa catatan bagi anak asuhnya yang menurutnya masih sering melakukan kesalahan. “Sebagai contoh gol yang kami terima seharusnya tidak perlu terjadi, selain itu faktor emosi juga masih terlihat, dua kartu kuning yang kami dapat sangat merugikan,” keluhnya.
Salah satu penerima kartu kuning dari timnas Indonesia adalah Muhamad dan membuatnya terancam tidak bisa tampil di babak semifinal karena telah mengantongi 2 kartu kuning selama babak penyisihan grup. “Kami masih menunggu hasil technical meeting babak semifinal hari Minggu (14/12) nanti, namun jika memang terkena akumulasi tentu itu sangat merugikan,” ungkap eks pemain ISL ini.
Sementara itu, pelatih Myanmar Nay Lin mengakui keunggulan tuan rumah di laga ini meskipun tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. “Dari sisi permainan Indonesia lebih baik dan bermain di luar dugaan kami, tapi saya menyesalkan asisten wasit yang memimpin laga ini semuanya berasal dari Indonesia karena terbukti cukup merugikan kami,” keluhnya.
Satu tempat di grup B akhirnya menjadi milik Laos yang di partai pamungkas mengalahkan Kamboja dengan skor 2-1 dalam laga yang dilangsungkan secara bersamaan di stadion Bumi Sriwijaya.