Breaking News

Ketika Spiderman Harus Bersusah Payah Mengejar Bis Kota

"Kita berpikir bagaimana jika Spiderman menghabiskan hari yang normal seperti orang Mesir," tutur Atef Saad.

Ketika Spiderman Harus Bersusah Payah Mengejar Bis Kota - spidey2.jpg
globalpost
Spiderman Mesir saat berada di sarana transportasi Metro
Ketika Spiderman Harus Bersusah Payah Mengejar Bis Kota - spidey1.jpg
globalpost
Spideman Mesir saat berusaha mengejar bis
Ketika Spiderman Harus Bersusah Payah Mengejar Bis Kota - spidey3.jpg
globalpost
Spiderman Mesir

TRIBUNSUMSEL.COM - Seperti kebanyakan superhero lainnya, Spiderman dari Kairo, Mesir ini bercita-cita untuk menggunakan kekuatannya untuk kepentingan kemanusiaan.

"Hari-hari normal bagi kita tidak sama seperti orang lain. Sangat sulit dengan masalah kemacetan dan kebisingan lalu lintas. Begitu pula dengan masalah mati lampu dan bus yang tidak mau berhenti," ujar Hossam Atef seorang fotografer dari Antikka Photography.

Oleh karena itu ia dan temannya Atef Saad, seorang koki ingin sedikit memberikan hiburan dari segala kesulitan yang dihadapi penduduk Kairo.

"Kita berpikir bagaimana jika Spiderman menghabiskan hari yang normal seperti orang Mesir," tutur Atef Saad.

Dalam foto-foto yang dibuat oleh mereka memperlihatkan Spiderman yang berjuang dengan situasi yang sama dengan warga Kairo.

Hal tersebut seperti naik trem, mengejar bus bahkan menjadi korban penjambretan.

"Kita memilih Spiderman karena dia yang paling mendekati manusia normal bila dibandingkan dengan Superman," jelas Hossam.

Tapi yang menjadi halangan terbesar mereka adalah polisi. Untuk menghindari deteksi dari kamera keamanan, Atef memakai galabeya (sejenis kain panjang tradisional) di baju spandexnya.

Mereka takut jika polisi tidak mau mengerti maksud dari apa yang mereka lakukan. Dan mereka tidak salah, karena pada suatu kesempatan, mereka dihentikan polisi.

"Mereka mencari kami dam menanyakan kenapa kami melakukan kegiatan ini," ungkap Atef.

Mereka yang mengambil gambar di ruang publik memang sering ditanya oleh pihak keamanan untuk menunjukkan izin, bahkan bagi turis di Kairo.

"Reaksi dari orang-orang agak sedikit aneh, anak kecil beranggapan itu adalah Spiderman yang sebenarnya," tutur Atef.

Sementara itu orang-orang dari generasi tua salah satunya berkata 'Tuhan Memeberkatimu nak'.

"Mereka mengira kita melakukan kampanye tentang keadilan dengan pemerintah," ucapnya.

Pada penghujung hari akhirnya Spidermanpun kelelahan, kenyataannya semua warga Mesir adalah superhero dengan bertahan dari segala kesulitan yang ada setiap hari. (globalpost)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved