43 Mahasiswa Diculik Lalu Dibakar Hidup-hidup
Anggota geng narkoba mengaku telah membunuh para pelajar itu dan membakar mayat mereka dalam tumpukan ban di sebuah tempat pembuangan sampah.
TRIBUNSUMSEL.COM, MEKSIKO - Sebanyak 43 mahasiswa peserta pelatihan di Meksiko, yang diculik polisi korup 10 minggu lalu, telah dibakar di sebuah lokasi pembuangan sampah oleh anggota geng narkoba.
Jaksa Agung Jesus Murillo memastikan, salah satu pelajar telah diidentifikasi oleh pakar di Austria berdasar serpihan tulang dalam kantong abu dan bekas ban dibakar, yang ditemukan di sungai dimana anggota geng narkoba membuang mayat para mahasiswa itu.
"Bukti ilmiah ini memastikan bahwa jasad yang ditemukan di lokasi itu berkaitan dengan bukti penyelidikan," kata Murillo.
"Kami akan melanjutkan penyelidikan sampai semua oknum yang bersalah ditangkap," kata Murillo.
Namun, pakar forensik Argentina yang membantu proses identifikasi menekankan bahwa belum ada bukti-bukti fisik maupun ilmiah yang cukup untuk mengaitkan temuan jasad di sungai dengan lokasi pembantaian yaitu tempat pembuangan sampah di Cocula.
"Bukti-bukti yang mengaitkan kedua lokasi sejauh ini hanya berdasarkan pengakuan saksi," kata Tim Forensik Antropologi Argentina dalam sebuah pernyataan, dan menekankan bahwa bukti tersebut tidak ada saat mayat yang berhasil diidentifikasi itu ditemukan.
"Pencarian korban lain yang masih hilang harus dilanjutkan," katanya.
Presiden Enrique Pena Nieto menghadapi krisis terburuk terkait upaya pemerintah menangani penyelidikan kasus tersebut. Kasus ini, mengungkap parahnya masalah kekebalan hukum dan korupsi yang membayang-bayangi upaya pemerintah untuk fokus pada reformasi ekonomi.
Dalam sebuah konferensi di Veracruz, Minggu, Pena Nieto mengungkapkan belasungkawa kepada orang tua Alexander Mora, mahasiswa yang sudah berhasil diidentifikasi.
Pada November, Murillo mengatakan anggota geng narkoba mengaku telah membunuh para pelajar itu dan membakar mayat mereka dalam tumpukan ban di sebuah tempat pembuangan sampah.
Dalam operasi pencarian di provinsi Guerrero, puluhan lagi mayat ditemukan dalam sebuah kuburan massal. Sejak 2007 lebih dari 100 ribu orang di Meksiko dibunuh dalam kasus-kasus terkait kekerasan geng.
"Ada banyak kasus kekerasan, namun bukan hanya kasus ini saja," kata mahasiswa ilmu politik Jimena Rodriguez dalam sebuah aksi yang digelar Sabtu malam.
"Ada banyak korban yang hilang, dan mereka tidak tertarik untuk benar-benar menyelidikinya," kata Jimena.