BBM Naik

Bisnis Wisata Travel Korban Pertama Rugi Akibat Harga BBM Naik

Adalah pebisnis Travel Wisata yang langsung menerima imbasnya. Kontrak perjalanan wisata yang telah di sepakati dengan harga merujuk ke harga BBM yang

Tayang:

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Belum genap satu hari, kenaikan harga BBM bersubsidiyang mendadak ini sudah dirasakan merugikan pelaku bisnis. Adalah pebisnis Travel Wisata yang langsung menerima imbasnya. Kontrak perjalanan wisata yang telah di sepakati dengan harga merujuk ke harga BBM yang belum dinaikkan terpaksa harus bikin nombok pihak Travel Wisata.

" Sudah kontrak eh tiba-tiba BBM naik, jadi harus sedkit tekor, karena kalau sudah kontrak dan kasih DP gak bisa diubah harganya, sudah dimaterai kontraknya," ujar Bona dari Laudate Tour.

Ia mengaku harus rugi 5-10 persen. Rinciannya, Harga sebelum BBM subsidi naik Rp 2 Juta perorang untuk paket perjalanan wisata Palembang-Jogja-Bandung-Jakarta 7hari 6malam. Dan karena harga BBM naik maka setelah dihitung harga kebisnisannya bisa mencapai Rp2,3juta atau Rp 2,35juta perorangnya. Ini dikalikan 40 orang jumlah peserta tour.

"Kalau gak rugi, sebisa-bisanya di usahain gak dapet untung aja, untung baru satu yang kontrak," ujar Bona mencermati kondisi bisnisnya saat ini.

Kedepan, pihaknya akan menetapkan tarif naik 5-10 persen untuk kontrak yang baru.

Naikknya harga satu perjalanan wisata ini tak lain karena pihak Angkutan dalam hal ini bus Pariwisata dan bus AKAP menaikkan ongkos angkutan. Tarif-tarif bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) telah mengambil langkah menaikkan tarif. Diantaranya Putra Remaja, tarif perjalanan Palembang - Jogja dan Palembang - Solo naik dari Rp 400ribu jadi Rp 450ribu, Laju Prima , tarif perjalanan Palembang - Jakarta naik dari Rp 230ribu jadi Rp 255ribu, lalu Lorena menaikkan tarif angkutan sebesar 10 persen untuk setiap perjalanannya.

Tags
BBM
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved