300 Orang di Sri Lanka Hilang Saat Tanah Terjadi Longsor di Perkebunan Teh

Pemerintah Sri Lanka mengirim personel militer ke daerah bencana untuk menggali timbunan tanah demi mencari korban selamat.

TRIBUNSUMSEL.COM - Hujan lebat memicu tanah longsor di kawasan perkebunan teh Sri Lanka, Rabu (29/10/2014), menewaskan 16 orang dan 300 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Bencana tanah longsor ini terhadi di kawasan perkebunan teh Koslanda, yang berjarak 200 kilometer sebelah timur ibu kota Kolombo pada Rabu pagi. Sejumlah bangunan di kawasan itu tertimbun tanah hingga sembilan meter. Demikian penjelasan sejumlah pejabat.

Pemerintah Sri Lanka mengirim personel militer ke daerah bencana untuk menggali timbunan tanah demi mencari korban selamat. Namun, upaya penyelamatan terganggu hancurnya jalan ke kawasan tersebut yang menghambat kedatangan alat-alat berat ke daerah bencana.

"Kami mendapat laporan sebanyak 140 rumah hancur dihantam longsor," kata Sarath Kumara, juru bicara Pusat Manajemen Bencana Sri Lanka.

"Kabar terakhir yang kami terima sedikitnya 300 orang masih dinyatakan hilang," lanjut Kumara.

Kumara menambahkan sejauh ini 16 jenazah sudah ditemukan hingga tengah hari. Para korban adalah para pekerja perkebunan teh dan keluarga mereka yang tinggal di lereng-lereng gunung tempat perkebunan berada.

Komandan militer setempat, Mayor Jenderal Mano Perera menhgatakan 20 unit pasukan dikerahkan untuk menggelar operasi penyelamatan di kawasan pegunungan tersebut.

"Namun, upaya penyelamatan terkendala buruknya jarak pandang karena kawasan tersebut masih diselimuti kabut tebal," ujar Mayjen Perera.

Sumber: Kompas
Tags
Sri Lanka
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved