Kedelai Naik, Harga Tempe Tetap Tapi Ukuran Diperkecil

Jumlah itu hanya cukup sampai 15 hari memproduksi, ditambah kacang kedelai yang dibelinya merupakan barang impor dari negara Amerika.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -  Harga kacang kedelai yang kian hari mengalami kenaikan, membuat produsen penganan tempe memutar otak agar tidak mengalami kerugian. Salah satunya dengan cara membuat ukuran tempe lebih diperkecil dari sebelumnya.

Hal itu yang dilakukan Usuf, salah satu pengrajin tempe yang tinggal di Lubuk Tanjung. Dia menjelaskan kalau sudah sebulan terakhir, tempe yang berada di pasaran mengalami penyusutan. Namun untuk harga yang dia jual masih belum ada kenaikan yaitu Rp 4.000 per batangnya.

"Faktor harga kacang kedelai yang naik, saya selaku produsen harus bisa mengatur jumlah produksi. Untuk per harinya bisa 100 kilogram memerlukan bahan pokok utama kacang kedelai, agar selalu tempe ada di pasaran dan produsen tidak mengalami rugi, satu-satunya jalan yaitu dengan mengecilkan ukuran," jelasnya kepada Tribunsumsel.com, Rabu (22/10/2014).

Dia menambahkan, untuk harga kacang kedelai yang dibelinya sebanyak satu ton mencapai Rp 8,8 Juta dengan hitungan mengalami kenaikan per ton Rp 200 ribu. Jumlah itu hanya cukup sampai 15 hari memproduksi, ditambah kacang kedelai yang dibelinya merupakan barang impor dari negara Amerika.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved