Emak, Burungku Mana?

Ipul, soerang bocah berumur lima tahun, terisak di tengah hamparan sawah yang mengering. Matanya basah. Celingukan ia memandang ke sana ke mari.

TRIBUNSUMSEL.COM, PAREPARE – Ipul, soerang bocah berumur lima tahun, terisak di tengah hamparan sawah yang mengering. Matanya basah. Celingukan ia memandang ke sana ke mari.

“Emak, Mak, burungku mana? “ tanya Ipul sambil terisak kepada ibunya Darmawati yang menggendong bayi, adik Ipul.

Ipul berjalan berkeliling sambil membongkar sisa seng atap rumah mereka yang berserakan tersapu angin puting beliung. Angin puting beliung memporak-porandakan tiga rumah dan satu kandang ayam, di Lamaubeng, Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu siang (12/10/2014).

Kejadian itu begitu cepat. Warga kaget bukan kepalang.

“Kami panik. Atap seng terbang terbawa angin puting beliung. Burung Pipit kesayangan Ipul hilang terbawa angin bersama sangkarnya,“ tutur Darmawati.

Di kejauhan, ibu dan anak ini melihat sangkar burung tergeletak. Dengan girang ia berlari menghampiri sangkar burung yang jaraknya ratusan meter dari rumah panggung mereka. Burung pipitnya tak ada di dalam sangkar itu.

“Mak, Mak, Mak, apa burungku sudah mati atau lepas, Mak?” teriak Ipul sambil menangis.

Darnawati menghampiri Ipul dan memeluknya. Ia ikut terisak. Ia berbisik, berjanji akan membelikan Ipul burung Pipit yang lebih cantik.

Supriadi, Ketua RT 2 RW 3 Kelurahan Galung Maloang, mengatakan, ia telah melaporkan bencana yang menimpa warganya di kelurahan dan kecamatan. "Hingga sore ini belum juga ada bantuan. Warga membutuhkan tenda dan selimut,“ kata Supriadi.

Sumber: Kompas
Tags
Parepare
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved