Harga Karet Tak Naik di Muba, Suadi Jadi Pengepul Ikan di Pasar

Sampai saat ini kehidupan petani karet di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masih menjerit. Tidak adanya kenaikan harga karet membuat beberapa

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU — Sampai saat ini kehidupan petani karet di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masih menjerit. Tidak adanya kenaikan harga karet membuat beberapa petani karet bating setir ganti profesi, bahkan ada beberapa petani karet membiarkan saja kebun karetnya.

Kondisi sulit dengan harga karet rendah, tambah dipersulit dengan cuaca yang tidak menentu, bayangkan dengan curah hujan tinggi, getah karet tidak keluar dari batangnya sehingga semakin menyulitkan petani.

“Saya sudah lama tidak “mantang” (menyadap) karet, saya lebih baik menjadi pengepul ikan dan saya jual ke pasar, mau kekebun hanya menghabiskan tenaga harga karet tidak seberapa,”ujar Suadi warga Kasamaran Kecamatan Babat Toman, Senin (1/9/2014)

Dijelaskanya, saat ini harga karet berkisar dari Rp 5.500 sampai Rp 6000, dengan harga karet seperti itu tidak sebanding dengan jerih payah yang dikeluarkan, harga beras saja Rp 7 ribu, lebih besar disbanding harga karet.

“Mau bagaimana lagi dek, saat ini tidak ada yang bisa diperbuat warga, selain pindah profesi, ada yang ikut mengola minyak untuk mencari makan,”ucapnya

Sumber: Sriwijaya Post
Tags
MUBA
karet
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved