TREN SERAMA 2014

New Sabre Tail : Ciptakan Serama yang Super Kemas (Bagian 4)

Warna kuning itu warna kerajaan, lambang keemasan. Kalau ara itu warna pertama serama, hitam.

TRIBUNSUMSEL.COM - Perkembangan ayam serama dari tahun ke tahun mengalami perubahan secara ekstrim dan cepat. Lalu, bagaimana perkembangan dan tren ayam serama di tahun 2014 ini? Apakah masih didominasi bentuk serama yang berpostur badan yang tinggi dan slim atau akan ada bentuk serama yang lebih bagus lagi.

Berikut ini hasil wawancara dengan breeder dan player ayam serama Indonesia:

4. Johan Nasution (New Sabre Tail)

Kalau berpegang pada postingan di media sosial, yakni Facebook. Cutting ayam seperti sekarang ini yakni slim, tinggi dan selam sudah terlihat di tahun 2012.

Jadi sudah jauh-jauh hari ayam serama yang ada saat ini, sudah dihasilkan oleh teman-teman kita di Malaysia. Tapi ada beberapa teman breeder Indonesia yang juga sudah bisa hasilkan ayam yang bagus seperti Siak Serama, kalau di Palembang ada Arifin Februarius.

Saya kira nanti ke depannya di tahun 2014 ini, ayam serama akan lebih ekstrim lagi sesuai perkembangan di Malaysia. Pokoknya ayam yang memiliki cutting tinggi, dan memenuhi persyaratan dalam kontes serta aktif.

Breeder di Indonesia saat ini juga sudah menuju arah sana, sudah banyak ayam-ayam bagus yang dihasilkan. Apalagi tidak terlalu lama menghasilkan ayam bagus, minimal lima tahun, breeder sudah bisa dapatkan ayam bagus.

Tapi bagi saya sendiri, tidak mengikuti perkembangan serama yang ada saat ini. Maksud saya, ayam-ayam yang saya ternakkan saat ini merupakan ayam saya sendiri yang dikembangkan secara terus menerus. Saya pakai konsep saya sendiri dalam mengembangkan ayam serama di peternakan saya dan tidak terpengaruh dengan perkembangan ayam serama saat ini.

Saya saat ini lebih mengembangkan bagaimana ayam serama yang saya miliki lebih super kemas. Dalam artian bulu ayam tidak tebal, tidak kribo. Ibaratnya itu seorang pria binaragawan yang mengenakan kaus ketat, dimana lekuk tubuhnya terlihat jelas. Nah, ayam inilah yang lagi saya kembangkan sambil berbagi ilmu dengan teman saya di Palembang, Arifin Februarius.

Kami mengembangkan ini sejak dua tahun lalu setelah belajar dari guru-guru serama asal Malaysia. Mengembangkan serama itu tidak gampang. Setiap bagian tubuh serama itu ada filosofinya.

Contoh jengger serama, ada filosofinya, yakni berupa kerajaan, dimana jenggernya tersebut ada mahkotanya. Begitu juga dengan warna yang mana dominan banyak warna kuning (pinang masak), warna ara dan rinting. 

Warna kuning itu warna kerajaan, lambang keemasan. Kalau ara itu warna pertama serama, hitam. Begitu juga dengan susunan ekor, harus rapih, kalau hitam ya hitam, atau coklat. Tidak ada yang beda warna dalam susunannya.

Kalau betina ekornya itu seperti layar, jenggernya harus seperti tangga, semakin naik, menanjak dan tidak ada yan turun. Ada keserasian di bulu leher dan bulu punggung.

Tags
serama
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved