Warga Bingung SDN 94 Banten Disegel

Untuk memastikan tanah itu milik siapa, staf dinas tata kota yang juga hadir di situ mengajak kedua belah pihak untuk berdiskusi

Penulis: Dede Febryansyah |

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Penyegelan terhadap Sekolah Dasar Negeri 94 Palembang di
kawasan Banten, membuat semua warga disekitar bingung. Pasalnya, tanah yang di klaim oleh pihak penggugat merupakan sekolah yang sudah berdiri bertahun -tahun di atas tanah tersebut.

Bangunan sekolah yang secara keseluruhan terbuat dari papan ini hanya memiliki 6 kelas dan jauh dari sebutan sekolah jika melihat perkembangan zaman sekarang. Namun kurangnya perhatian dan bantuan dari pemerintah, sekolah ini hanya mengandalkan bangunan lama untuk proses belajar mengajar.

Joey, seorang utusan penggugat mengklaim tanah tersebut merupakan tanah milik Abdul Majid. Dalam hal ini, Joey bersama tim pengacara penggugat mendirikan plang yang melarang mendirikan bangunan di atas tanah tersebut.

Padahal menurut warga sekitar sekaligus wali murid di sekolahan tersebut, Sukri Ahmad mengatakan tanah itu merupakan tanah milik atas nama Assegaf. DIrinya pun sambil menunjukkan bukti berupa foto kopi sket tanah. Namun sayangnya, surat tanah itu hilang, dan kini tengah diurus.

Saat Sukri menunjukkan foto kopi sket tanah yang menjadi sengketa tersebut, pihak penggugat hanya diam saja. Padahal di atas tanah tersebut sedang dilakukan pengerjaan mendirikan bangunan sekolah yang baru. Adanya sengketa ini pihak sekolah terpaksa memberhentikan pengerjaan untuk sementara sampai urusan ini selesai.

Kepala sekolah Dasar negeri 94, Pusmiati SPd menuturkan mengajar di sekolah tersebut sudah lama.  Sepengetahuannya, tanah itu memang diperuntukan bagi sekolahan. Ia mengaku tidak mengetahui ada yang mengklaim tanah tersebut miliknya.

Namun untuk memastikan tanah itu milik siapa, staf dinas tata kota yang juga hadir di situ mengajak kedua belah pihak untuk berdiskusi di Kantor Dinas Tata Kota.

Sekolah ini bila diperhatikan dari segi lingkungan, terlihat banyak sampah yang berada di bawah kolong sekolah membuat membuat sekolah terlihat kumuh.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved