Operasi Tangkap Tangan KPK

Mahfud MD: Sidang Pilkada MK Rawan Suap

Mahfud MD tak bisa membayangkan bagaiman seorang Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) Akil Mochtar ditangkap KPK

TRIBUNNEWS.COM, SUMSEL-Mahfud MD tak bisa membayangkan bagaiman seorang Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) Akil Mochtar ditangkap KPK karena terlibat suap. Mahfud mengaku ,sewaktu menjabat Ketua MK memang godaan suap sangat besar.

"Berdasar pengalaman (jadi hakim MK), kasus Pilkada banyak sekali upaya menyuap hakim dan itu tidak tanggung-tanggung. Tingkat Kabupaten saja hakim ditawari Rp 2 miliar. Kalau tiga hakim sudah enam miliar," ujar Mahfud MD dalam wawancara dengan Kompas TV di Jakarta, Rabu (2/10/2013) malam.

Mahfud mengatakan, sejak dulu masalah Pilkada sangat rawan. "Masalah Pilkada ini sangat rawan dengan suap," ujar Mahfud.

Mahfud mengaku syok begitu tahu Akil Mochtar ditangkap KPK. "Saya syok banget," ujar Mahfud.

Mahfud mengaku mendapat informasi penangkapan Akil Mochtar sekitar pukul 21.45 WIB. Ketika itu ia langsung menelepon Sekjen MK Janedri. "Saya telepon Sekjen MK, dia bilang tidak ada apa-apa. Terus saya minta untuk lakukan pengecekan. Lima menit kemudian, dia telepon sambil histeris, Pak Akil Mochtar ditangkap," ujar Mahfud MD.

Mahfud mengaku belum tahu persis kasus apa yang menjerat Akil Mochtar. "Sampai sekarang, saya belum mendengar kasus apa yang menyuap Pak Akil, saya belum tahu," jelas Mahfud.

Juru bicara KPK Johan Budi SP menjelaskan, KPK pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 menangkap lima orang terkait suap di sebuah lembaga peradilan. "Dua diantaranya penyelenggara negara dan tiga di luar (swasta)," ujar Johan.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved