SAINS

Misteri Candi di Bukit Siguntang

"Penemuan di tempat lain terkait Kerajaan Sriwijaya memiliki kesamaan dengan bangunan yang saat ini tengah digali di kawasan Bukit Siguntang,"

Misteri Candi di Bukit Siguntang
TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
PENGALIAN - Sejumlah pekerja dari Balai Arkeologi Palembang dibantu dengan Mahasiswa IAIN Raden Fatah mengadakan penggalian di kawasan Bukit Siguntang,Palembang Selasa (10/9/2013). Penggalian tersebut, menindaklanjuti laporan penemuan dari pengelola bukit Siguntang tentang adanya kumpulan batu di tempat tersebut. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kerajaan Sriwijaya masih menyimpan banyak misteri. Hal itu terindikasi dari penemuan reruntuhan batu bata di Bukit Siguntang, Palembang, Selasa (10/9). Ketua Tim Pendokumentasian Situs-Situs Arkeolog Palembang DR Retno Purwanti yang memimpin penggalian (ekskavasi) memerkirakan reruntuhan itu adalah candi atau stupa yang berasal dari Kerajaan Sriwijaya.

Retno berasumsi, penemuan itu berasal dari Kerajaan Sriwijaya sebab penemuan batu bata itu merujuk kuat pada tempat. Juga memiliki penunjang lain seperti kedalaman tertimbunnya batu-batu tersebut.

"Penemuan di tempat lain terkait Kerajaan Sriwijaya memiliki kesamaan dengan bangunan yang saat ini tengah digali di kawasan Bukit Siguntang,"kata Retno di lokasi penggalian.

"Kedalaman penggalian baru satu meter. Saat penggalian baru 25 centimeter ternyata sudah ada reruntuhan batu bata. Kemungkinan karena tanah terkikis. Ini kan lereng jadi bisa saja tanah terkikis," katanya.

Temuan lain yang memperkuat bahwa di kawasan itu adalah peninggalan Kerajaan Sriwijaya adalah struktur batu bata yang berbentuk agak tipis dan melebar.
Mengenai stupa, lanjut Retno, tahun 1954 sudah pernah ditemukan di lereng Bukit Siguntang.

Saat Tribun ke lokasi ekskavasi, belasan mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang tengah menggali sebuah tanah yang sudah dibuat pembatas berukuran sekitar 2 X 3 meter. Pada kedalaman tanah sekitar 25 centimeter itu sudah nampak batu bata yang masih terpendam. Diperkirakan, batu bata tersebut berupa candi atau stupa yang berasal dari Kerajaan Sriwijaya.

Menurutnya, bila melihat dari temuan berupa reruntuhan batu-bata yang bentuknya tipis berukuran lebar itu, merupakan bangunan candi dan bisa juga stupa.
Penggalian itu melibatkan mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang. Mereka dilibatkan sebab saat mereka akan membuat  septi tank ditemukan reruntuhan baru bata. Penggalian akan berlangsung sampai Sabtu mendatang.

Penemuan batu bata itu adalah fakta terbaru menurut Retno. Penemuan sebelumnya berupa serpihan keramik dan kaca yang diperkirakan berasal dari abad ke 17.

Pihaknya berharap, dalam penggalian ini sesuatu hal yang selama ini belum ditemui bisa ditemukan. Seperti sebuah benda dengan bentuk yang langka, utuh, memiliki motif hiasan dan umurnya tua.  Penemuan reruntuhan batu bata di Bukit Siguntang itu menguatkan hipotesa bahwa tempat itu sebagai pusat peribadatan zaman Kerajaan Sriwijaya.

"Ini juga menguatkan bahwa Kerajaan Sriwijaya itu ibukotanya di Palembang," ujar Retno.

Halaman
12
Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved