Breaking News:

PENDIDIKAN

Metode Tematik, Ajarkan Anak Secara Sejuk

Meskipun baru saja resmi dibuka namun Sekolah Dasar Islam (SDI) Al-Azhar Sriwijaya telah banyak diminati masyarakat Palembang.

Penulis: Kharisma Tri Saputra | Editor: BangOpeak
Metode Tematik, Ajarkan Anak Secara Sejuk - Al_Azhar.JPG
TRIBUNSUMSEL / KHARISMA
Para guru Al Azhar Sriwijaya saat berfoto di sekolah Al Azhar Sriwijaya, Minggu, (30/6/2013).
Metode Tematik, Ajarkan Anak Secara Sejuk - DSC00504.JPG
TRIBUNSUMSEL / KHARISMA
Para murid Al Azhar Sriwijaya saat pembukaan sekolah Al Azhar Sriwijaya, beberapa waktu yang lalu.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Meskipun baru saja resmi dibuka namun Sekolah Dasar Islam  (SDI) Al-Azhar Sriwijaya telah banyak diminati masyarakat Palembang. Ini terlihat dari kuota yang tinggal tersisa sedikit di kelas yang dibuka yakni kelas 1-3. Dengan rincian tinggal tersisa kuota lima murid untuk kelas satu, empat murid untuk kelas dua dan enam murid untuk kelas tiga.
"Permintaan dari masyarakat untuk masuk SDI Al Azhar ini, apalagi belum banyak sekolah yang menawarkan metode islami yang modern dan sesuai dengan aqidah (IPTEK dan IMTAQ)," tutur M. Zalmi Kahardani, Ketua Yayasan Al AzharSriwijaya, Minggu, (30/6).

Metode pengajaran di sekolah ini juga memadukan antara kurikulum dari Dinas Pendidikan dan modern seperti Sentra atau Beyond Centre & Circle Time (BCCT), dimana anak belajar dengan sistem moving class sehingga tidak bosan. Apalagi metode tematik yang akan dipakai pada kurikulum 2013 ini telah dipakai oleh sekolah-sekolah Al-Azhar selama lima tahun. Sehingga sekolah ini sudah biasa dan tidak perlu beradaptasi terlalu lama.

"Jadi tidak perlu adapatasi lagi, ini dikarenakan metode tematik telah diajarkan sejak lama di Sekolah Al-Azhar. Sehingga tidak perlu adaptasi dan kesulitan lagi dalam penerapan kurikulum 2013 ini," ujarnya.
Kepala sekolah SDI Al Azhar Sriwijaya Misbahatuzzolam juga mengatakan bahwa pembelajaran di sekolah ini jauh dari kekerasan dan sejuk. Bahkan para guru yang mengajar dilarang mengatakan jangan atau tidak boleh. Akan tetapi tinggal dijelaskan saja mengapa hal tersebut tidak boleh dilakukan. Menakut-nakuti siswapun tidak boleh dilakukan di sekolah ini.
"Dijelaskan saja, misalnya jika anak tersebut memainkan barang yang bukan peruntukannya. Kita jelaskan fungsi barang tersebut untuk apa, sehingga anak tersebut mengerti tentang fungsi sebenarnya barang tersebut," ucap Misbahatuzzolam.
Hal ini dikarenakan anak jaman sekarang tidak bisa diberitahu secara keras, jika diperlakukan secara keras dia malah akan lebih keras lagi. Fasilitas yang disediakan juga cukup lengkap seperti ruangan full AC, perpustakaan, laboratorium komputer, lapangan olahraga, multimedia dan lain-lain.
"Kita berusaha untuk membuat suasana belajar senyaman mungkin dengan fasilitas yang telah tersedia, sehingga para siswa bisa lebih fokus dalam menerima pelajaran yang diberikan," jelasnya.
Sementara itu, seorang wali, Ade murid SDI Al Azhar Sriwijaya menuturkan bahwa dirinya memasukkan anak-anaknya di sekolah ini, dikarenakan kualitasnya yang bagus. Dirinya juga mengaku telah berkeliling di sekitar Palembang, baik ulu maupun ilir dalam mencari sekolah. Akhirnya pilihan dirinya jatuh kepada sekolah ini karena memandang dari sekolah-sekolah yang telah disurvei, inilah yang terbaik untuk anak-anaknya.

"Bahkan dua anak saya yang di TK dan SD akan saya sekolahkan disini, karena saya melihat pengajarannya sangat bagus dengan lemah lembut dan tanpa kekerasan. Kegiatan di luar sekolahnya juga banyak dan dapat mengasah bakat dari anak-anak saya," tukas orang tua dari Maura (TK) dan Khaixan (SD) ini

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved