Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional (POSPENAS) di Gorontalo

Lili Sihasale Dukung Pospenas Sumsel Di Gorontalo

Posko Pospenas Sumatra Selatan yang ada di Meeting Room Hotel Yulia Provinsi Gorontalo didatangi oleh Istri Alm. Yakob Sihasale, yakni Lili Sihasale.

Tayang:
Penulis: Weni Wahyuny |
GORONTALO, TRIBUN - Posko Pospenas Sumatra Selatan yang ada di Meeting Room Hotel Yulia Provinsi Gorontalo didatangi oleh Istri Alm. Yakob Sihasale, yakni Lili Sihasale. Lili yang sambut baik oleh Kabid IPTEK dan Olahraga Dispora Sumsel, Akhmad Yusuf Wibowo mengaku kagum dengan masyarakat Sumsel, khususnya Palembang yang mengirimkan atlet-altletnya di Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional (POSPENAS) di Gorontalo, 24-30 Juni.

Ia melihat sendiri begitu bonafitnya dengan ruang sekretariat di hotel, kontingen didatangkan dengan menggunakan pesawat dan itu merupakan hal yang luar biasa yang bisa ia rasakan, mengingat suaminya adalah seorang atlet sepak bola yang sudah melang-lang buana di Indonesia. Ia juga mengaku rasa cintanya kepada Palembang, meski ia bukan penduduk asli Wong Kito. Untuk itulah ia mendoakan kontingen Sumsel mendapatkan juara Pospenas tahun ini.

“Luar biasa dengan fasilitas yang diberikan pemerintah Sumsel, begitu bonafit. Semoga Sumsel bisa menjadi juaranya,” kata Lili kepada Tribun Sumsel, Minggu (23/6).

Ia yang didampingi oleh anaknya, Budiman Sihasale juga mengaku ketika sang suami melatih tim PON Lampung dan meraih medali emas untuk pertama kali dalam sejarah keikutsertaan Propinsi Lampung. Prestasi itupun mengangkat namanya di kancah persepakbolaan nasional. Hal itulah yang mengingatkannya pada Palembang ketika ia diberikan Televisi oleh Hasyim Ning tahun 1981 dan diakuinya sampai saat ini masih ada di rumahnya di Surabaya. Ia banyak mengetahui dengan orang Palembang dan ia menilai yang dikenalnya sangat baik. Untuk itulah ia sangat mendukung atlet Pospenas Sumsel.

“Sampai dekarang ada TV nya di rumah saya. Saya tahu benar dengan orang Palembang. Kalau kata orang mereka kasar, saya akui mereka memang keras, apalagi kata-katanya yang lebih pedih dari pada di sayat silet, tapi hatinya sangat baik,” ungkapnya.

Apalagi dengan bertemu dengan Kabid IPTEK dan Olahraga Dispora Sumsel, Akhmad Yusuf Wibowo yang sangat welcome menyambut istri mantan pemain timnas tahun 60 an itu. Sering oa bertemu dengan pejabat-pejabat Sumsel lainnya beberapa tahun lalu dan mendapatkan perlakuan yang sama.

“Luar biasa Pak Kabid mau bertemu dengan kami. Saya suka bertemu dengan orang Palembang, karena kami merasa dimanusiakan,” tuturnya dengan nampak air mata yang berlinang.

Jacob Sihasale adalah pemain timnas periode 1962-1970 yang lahir di Ambon, 16 April 1944 dan menutup usainya pada  7 Juli 1983, pada umur 44 tahun karena serangan jantung. Mulai terjun dalam persepakbolaan sekitar 1958-1960, terpilih sebagai pemain PSA (Persatuan Sepakbola Ambon). Tahun 1961 hijrah ke Surabaya dan bergabung dengan perkumpulan yang terkenal, Assyabaab, hingga 1966, Sebelum pindah ke Medan, 2 tahun dia bermain untuk perkumpulan PSAD (Persatuan Sepakbola Angkatan Darat) kemudian bermain untuk Ps Pardedetex. Puncak prestasinya dicapai antara 1962-1970, sebagai pemain PSSI dalam berbagai turnamen, antara lain King's Cup di Bangkok (1968 dan 1969), Aga Khan Gold Cup di Pakistan (1968),  Merdeka Games di Kuala Lumpur (1969).

 Tahun 1966 terpilih untuk kesebelasan Asian All Stars. Sebagai Pemain PSSI dia telah mencetak 100 gol lebih. Setelah mengalami cidera pada kakinya dalam pertandingan persahabatan antara Persebaya dan Ascot dari Australia, akhir 1975 di Surabaya, ia mengundurkan diri dari persepakbolaan. Meski tak menjadi atlet lagi, Lili mengaku orang yang sangat disayanginya itu masih melatih atlet lainnya, seperti Pelatih Sriwijaya FC U-21, Edi Iswantoro, Pelatih Arema Cronous, Rahmad Dermawan, Subangkit, Mundari Karya, Subangkit dan masih banyak lagi nama lainnya yang ia kenal baik.

“Saat membawa Sriwijaya FC menjadi juara double winner, Rahmad Dermawan mendatangi kami dan memberikan bantuan kepada kami. Kami tidak merasa tidak diperhatikan, banyak pemain-pemain bola yang masih ingat dengan suami saya. Saya berharap lebih ditingkatkan lagi perhatian dari pemerintah dengan atlet-atlet yang masih aktif maupun atlet yang sudah pensiun. Dan say sudah melihat sudah ada penghargaan yang diberikan kepada atlet berprestasi,” tutupnya.

Sementara Kabid IPTEK dan Olahraga Dispora Sumsel, Akhmad Yusuf Wibowo berterima kasih kepada Lili Sihasale yang menyempatkan diri ke Posko POSPENAS. Bukan hany berkunjung, Lilipun mengapresiasi dan mendukung atlet Sumsel meski dirinya bukan asli Palembang. Mendengar cerita dan begitu bangganya Lili dengan masyarakat Palembang, ia pun terenyuh mendengarnya, apalagi sampai-sampai air matanya berlinang ketika mengingat sejarah sang suami.

“Kita berterima kasih kepada istri Yakob yang telah datang hanya untuk mengapresiasi atlet kita. Bukan hanya itu, ia juga memuji masyarakat Palembang. Artinya dia memandang orang Palembang adalah orang yang baik dan kita sangat hargai itu. Saya pribadi merasa prihatin dan sedih mendengar sejarah suaminya bermain sepakbola, bukan seperti zaman sekarang, pemain bola bisa jaya. Itulah kita dengar tadi kalau dia tidak akan seperti ini kalau suaminya masih hidup,” tambahnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved