Liga Champion
Preview Barcelona VS Milan : Jurus Pamungkas Blaugrana
Persiapan paling serius yang telah digodok adalah bagaimana Lionel Messi cs bisa kembali ke bentuk permainan asli mereka: tiki-taka.
TRIBUNSUMSEL.COM - Barcelona mempersiapkan laga krusial leg kedua Liga Champions melawan AC Milan dengan sangat serius. Tertinggal dua gol tanpa balas pada leg pertama lalu mewajibkan Barcelona mencetak tiga gol, juga tanpa balas, saat melakoni leg kedua di Stadion Camp Nou, Rabu (13/3/2013) dini hari. Apa strategi mereka untuk meraih kemenangan mutlak?
Salah satu persiapan paling serius yang telah digodok adalah bagaimana Lionel Messi cs bisa kembali ke bentuk permainan asli mereka: tiki-taka. Itulah jurus pamungkas Blaugrana untuk bisa meraih kemenangan mutlak atas Rossoneri.
Selama ini, Blaugrana memang identik dengan jurus tiki-taka berupa permainan menekan, menguasai bola dan menciptakan rasa tidak nyaman kepada lawan saat memegang bola.
Sayangnya, peragaan seperti itu belakangan mulai memudar. Barcelona masih mampu mempertahankan penguasaan bola tapi permainan seperti itu tidak efektif sebab mereka tidak lagi mampu menekan lawan, bahkan cenderung kesulitan menembus pertahanan lawan. Selain itu, tim-tim lawan sepertinya sudah mulai menemukan formula anti-tiki-taka hingga kesaktiannya kini makin menumpul.
Namun demikian, Bek Barcelona Gerard Pique yakin ajian tiki-taki masih bisa jadi jurus pamungkas timnya. Kata Pique, dengan ajian itulah mereka bisa mengalahkan Milan 3-0 untuk lolos ke babak selanjutnya.
Ia menegaskan timnya akan menyerang pertahanan Rossoneri di sepanjang pertandingan. "AC Milan adalah tim kompetitif dengan sejarah besar. Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Kami akan menyerang di sepanjang pertandingan dan dengan percaya diri menampilkan gaya permainan khas kami. Jadi, kami harap bisa menang 3-0." kata Pique.
Parahnya lagi, pertahanan Barcelona malahan lebih sering tampil tidak solid. Dua gol yang dicetak Kevin Prince-Boateng dan Sulley Muntari di leg pertama lalu jadi bukti keroposnya pertahanan Barcelona.
Aspek soliditas pertahanan memang masih jadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Barcelona ketika melawan Milan. Duet Pique dan Carles Puyol harus mampu tampil solid tanpa melakukan kesalahan sedikit pun.
Hal itu menjadi sangat penting, sebab sekali saja melakukan kesalahan akibatnya bisa fatal. Jika pemain Milan mampu mencetak satu gol saja di Camp Nou, maka Barcelona harus membalasnya dengan empat gol untuk bisa lolos ke perempatfinal.
Asisten Pelatih Barcelona Jordi Roura telah mengistirahatkan sejumlah pemain di laga sebelumnya di pentas La Liga Spanyol. Termasuk di antaranya dua pemain bertahan, Pique dan Jordi Alba. Nama terakhir kemungkinan besar akan kembali menempati posisi wing back bersama Dani Alves.
Selain itu Andres Iniesta juga diistirahatkan bersama dengan Sergio Busquets. Dua pemain ini akan dikembalikan ke posisi gelandang jangkar bersama dengan Xavi Hernandez yang telah sembuh dari cedera hamstring.
San superstar Lionel Messi pastinya akan tetap jadi andalan untuk jadi tukang gedor. Dia akan ditemani Alexis Sanchez dan Pedro Rodriguez. Trisula lini depan Blaugrana ini punya jaminan mencetak gol asal mendapat suplai dari lini kedua.
Meski telah unggul 2-0 lewat kemenangan leg pertama lalu, Milan tetap saja memasuki laga dengan status underdog. Kualitas Barcelona ditambah lagi dengan belum benar-benar terujinya skuad Milan menjadikan Milan belum difavoritkan.
Tapi Milan bisa saja membalikkan prediksi itu jika mereka mampu mengulang atau mempertahankan performa impresif seperti yang mereka tampilkan di leg pertama lalu. Milan cukup bermain aman tanpa kebobolan atau kebobolan satu gol saja untuk bisa melenggang ke perempat final.
Hitung-hitungan ini membuat Milan harus memperkuat pertahanannnya. Beruntungnya defender Philipe Mexes yang sebelumnya mengalami cedera dikabarkan telah kembali berada dalam kondisi fit.
Maka dengan demikian, Mexes akan ditandemkan dengan Cristian Zapata, Ignazio Abate dan Kevin Konstan. Sebagaimana layaknya tim-tim Italia yang jago dalam bertahan. Keempat pemain ini diharapkan bisa memeragakan sistem pertahanan gerendel khas I Rossoneri.
Kunci kemenangan Milan lainnya akan terletak pada quartet lini tengah yang sebelumnya cukup sukses mengimbangi para gelandang Barcelona. Sulley Muntari, Ricardo Montolivo dan Massimo Ambrossini akan dipercayakan di posisi ini.
Ketiga gelandang ini masih akan dibantu oleh Boateng, M'Baye Niang dan Stephan El Shaarawy. Yang membahayakan dari ketiga pemain ini adalah aksi serangan balik cepat yang bisa membunuh Barcelona. Jika itu kembali diperagakan, maka tak menutup kemungkinan Milan akan mencuri satu gol ke gawang Barca.
Milan sendiri sebenarnya dihadapkan pada masalah cederanya striker Giampaolo Pazzini. Sang penyerang yang biasanya tampil reguler terpaksa harus menepi. Dan Niang, penyerang muda akan menggantikan posisinya.