Pembunuh Suami-Istri Disuntik Mati di AS

Seorang pria Oklahoma, Amerika Serikat dihukum mati atas pembunuhan suami-istri di depan anak-anak mereka.

Editor: Hanafijal
zoom-inlihat foto Pembunuh Suami-Istri Disuntik Mati di AS
ist
Ilustrasi
OKLAHOMA, TRIBUNSUMSEL.COM--Seorang pria Oklahoma, Amerika Serikat dihukum mati atas pembunuhan suami-istri di depan anak-anak mereka pada tahun 1993. Ini berarti sudah 41 orang yang disuntik mati di AS sepanjang tahun ini.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/12/2012), George Ochoa dinyatakan meninggal pada Selasa, 4 Desember pukul 18.07 waktu setempat setelah menerima suntikan obat-obatan mematikan. Pria berumur 38 tahun itu dieksekusi setelah semua permohonan bandingnya ditolak pengadilan-pengadilan Oklahoma dan federal.

Pria Latin itu dihukum mati atas pembunuhan Francisco Morales (38) dan istrinya Maria Yanez (35). Morales ditembak 12 kali dan Yanez ditembak 11 kali saat mereka berada di tempat tidur di rumah mereka. Pembunuhan itu terjadi di depan anak-anak pasangan tersebut.

Polisi menangkap Ochoa dan seorang kaki tangannya, Osbaldo Torres asal Meksiko, tak lama setelah pembunuhan tersebut. Torres saat ini tengah menjalani hukuman penjara seumur hidup.

Hakim federal menolak permohonan banding Ochoa pada Senin, 3 Desember waktu setempat. Selama ini Ochoa selalu mengklaim dirinya tak bersalah. Kata-kata terakhirnya sebelum disuntik mati adalah "Saya tidak bersalah." Pria itu merupakan terpidana mati keenam yang dihukum mati di Oklahoma tahun ini.(dtc)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved