Banjir Palembang
Sekolah di Plaju Terpaksa Pulangkan Murid
Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang, Kamis (29/11) sejak dinihari hingga pagi ini merendam pemukiman dan sekolah di Plaju Palembang
Editor:
Prawira Maulana
PALEMBANG, TRIBUNSUMSEL.COM - Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang, Kamis (29/11) sejak dinihari hingga pagi ini merendam pemukiman dan sekolah yang ada terutama di daerah kawasan Plaju Palembang. Diduga karena buruknya sistem aliran air yang mengarah ke daerah pembuangan akhir membuat air yang tergenang merendam jalan,pemukiman penduduk dan sekolah di sejumlah kawasan rendah terendam air. Dari pantauan daerah perumahan dan sekolah yang terendam banjir yaitu SDN 94 di Jl KH. Balqi, SD,SMP, di Jl. Banten 06 dan SMK Gama terpaksa memulangkan muridnya dari sekolah akibat banjir.
Sedangkan di Komplek Pertamina RU III pun sejumlah rumah karyawannya terendam banjir setingi 30 cm, sementara di sepanjang jalan Banten Palembang juga tergenang hingga ketinggian 30 cm menyebabkan banyak kendaran yang memperambat kendaraan untuk menhindar mogok.Ditempat lain yang juga tergenang air adalah pemukiman penduduk di sekitar RT 31/08 Silabranti Seberang ulu I juga terendam banjir setinggi lutut orang dewasa sehingga membuat sebagian warga yang rumahnya terendam harus pindah untuk sementara.
Rahmat yang merupakan warga RT 31/08 Silabranti mengungkapkan, banjir didaerahnya dikarenakan sistem aliran air yang tidak benar dan banyaknya lahan rawa sebagai penampungan air sudah alih fungsi. " Umumnya daerah kami ini sudah langganan kena banjir kalau hujan turun cukup lama," katanya kamis (29/11) pagi.
Rahmat berharap ada perhatian serius dari pemerintah kota dan provinsi untuk mengatasi banjir, sebab kalau masyarakat hanya bisa pasrah saja menerima keadaan ini.
" Sejauh ini belum ada perhatian serius dari pemerintah, baik kota maupun provinsi, mereka biasanya datang tapi umumnya tidak ada solusi,"tegasnya.