Pilkada Lubuklinggau
Tiga Quick Count Menangkan Nansuko
Pergelaran pesta demokrasi di Lubuklinggau telah memasuki babak baru. Secara keseluruhan situasi dan pemungutan suara yang diadakan Sabtu
LUBUKLINGGAU,TRIBUN- Pergelaran pesta demokrasi di
Lubuklinggau telah memasuki babak baru. Secara keseluruhan situasi dan
pemungutan suara yang diadakan Sabtu (20/10) di 356 TPS tersebar di
delapan kecamatan di kota Lubuklinggau berjalan lancar dan kondusif.
Penghitungan cepat (Quick Count) yang dilakukan oleh tiga pasang kandidat calon Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau, serta Desk Pilkada Pemerintah Kota Lubuklinggau menunjukkan Pasangan Nomor 3, H SN Prana Putra Sohe dan Sulaiman Kohar (Nansuko) mempati urutan pertama perolehan suara. Hanya saja selisih dua pasangan nansuko dengan pasangan nomor 5 Rustam Effendi dan Irwan Effendi sangat tipis. Tentu saja hasil dengan selisih sedikit ini sangat riskan, jika ada kandidat yang mengajukan gugatan atas pelanggaran pilkada.
Berdasarkan quick count Desk Pilkada Pemerintah Kota Lubuklinggau,
pasangan Nansuko meraih 32,99 persen, unggul tipis dari pasangan nomor
urut 5, Rustam Effendi dan Irwan Effendi yang mengumpulkan 32,49 persen.
Ketua tim pemenangan Nansuko, Rodi Wijaya menyampaikan ini merupakan
kemenangan bermartabat karena melalui persaingan yang sangat ketat dan
pembeda yang sangat tipis. Ia menambahkan, pihaknya siap apabila ada
gugatan dari pihak lain yang terkait pelaksanaan pemilukada. Selain itu
pihaknya berterimakasih kepda seluruh keluarga dan simpatisan yang telah
mendukung sehingga pasangan Sansuko mendapatkan hasil yang terbaik.
Sementara itu H Darmadi Djufri mengakui bahwa setelah melihat quick
count yang dilakukannya suaranya belum cukup untuk memenangkan pilkada
kota Lubuklinggau. " Kami mengakui perolehan pasangan Deel belum cukup
untuk mememenangkan pilkada" Ungkapnya.
Ia mengajak seluruh tim sukses, simpatisan, serta tim keluarga untuk
dapat menerima fakta dengan arif elegan dan gentleman.Selain itu dirinya
mengucapka terimasih atas kerja keras seluruh elemen yang mendukung
pencalonan pasangan Deel. "Saya melihat semua perangkat telah bekerja
maksimal namun kita harus menerima kenyataan dengan hati lapang dan
iklas," imbuhnya.
Jadi Percontohan
Pelaksanaan pemilukada di kota Lubuklinggau yang kondusif serta tertib
dapat dijadikan percontohan bagi daerah daerah yang hendak melakukan
pemilukada terutama di Sumsel. " "Menurut pemantauan kami suasana
pemilukada di kota lubuk linggau berlangsung dengan tertib dan aman hal
ini tentu saja dapat menjadi percontohan bagi daerah lain yang akan
melaksanakan pilkada," ungkap Anggota KPUD Sumsel , Chandra Puspa Mirza.
Ia menambahkan salah satu paramater sukses tidaknya pelaksanaan
pemilukada adalah tingginya partisipasi pemilih dalam pelaksanaan
pilkada. Dan tentunya tingginya partisipasi pemilih tersebut dapat
dilihat pasca pelaksanaan pilkada.
"Gangguan teknis pastinya ada karena pemilukada melibatkan banyak
pihak, namun menurut pengamatan kami di TPS, animo masyarakat sangat
bagus, logistik lancar, ini merupakan cerminan baiknya koordinasi antar
elemen penyelenggara pemilukada," tandasnya.
Kedatangan empat orang komisioner KPUD provinsi sumsel dan satu orang
anggota KPU Pusat, menurutnya, tidak lain adalah melakukan monitoring
pelaksanaan pemilukada pertama di provinsi Sumatera Selatan.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Irjen Polisi
Dikdik Mulyana Arief melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota
Lubuklinggau guna meninjau pengamanan pilkada Lubuklinggau menyampaikan,
suasana pelaksanaan pilkada di kota Lubuklingga berlangsung sejuk dan
tidak ada gejolak yang dapat mengganggu pesta demokrasi. "Semua elemen
pemilukada telah menjalankan peran dan fungsinya dengan baik sehingga
tercipta suasana yang sejuk dalam pemulukada kota Lubuklinggau,"
ungkapnya.
Ia menambahkan kondisi tersebut merupakan bentuk kepercayaan penuh para
calon kandidat kepada penyelenggaraan pemilukada, yakni KPU Kota
Lubuklinggau. Ia menghimbau pihak kepolisian tentunya harus tetap
waspada akan kerawanan kerawanan yang mungkin terjadi pasca pemilukada.
Selain itu dirinya sangat mengapresiasi akan inovasi security printing
yang digunakan oleh KPUD Kota Lubuklinggau sebagai pengamanan terhadap
logistik pemilukada.
"Inovasi KPUD patut diapresiasi sehingga pengamanan dapat dilakukan
dari luar dan dalam tentunya hampir mustahil terjadi pelanggaran dan
menimbulkan gejolak pilkada" imbuhnya.
Ia berpesan kepada seluruh anggota kepolisian untuk bekerja maksimal
dalam melakukan pengamana pilkada. Dalam kunjungannya meninjau
pelaksanaan pengaman pilkada Kapolda juga sempat mengunjungi aktivitas
pemungutan suara di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) serta
bertatap muka dengan komisioner KPU Kota Lubuklinggau. Dalam
Kunjungannya Kapolda di dampingi Kapolres Lubuklinggau, AKBP Chaidir,
Walikota Lubuklinggau Ridwan Effendi, Ketua DPRD Kota Lubuklinggau Hasbi
Asidiki.
Divisi Sosialisasi KPU Kabupaten Muara Enim, Drs Sahroni menjelaskan,
kedatangan seluruh anggota Komisioner KPU Kabupaten Muara Enim meninjau
pelaksanaan pemilukada Kota Lubuklinggau dalam rangka melihat
pelaksanaan pemilukada kota Lubuklinggau. " Pelaksanaan berjalan lancar
dan tidak ada permasalahan, kesuksesan pelaksanaan pemilukada ini
tentukan akan coba kami teruskan dalam pemilukada di Kabupaten Muara
enim," ungkapnya.
Ia menambahkan pemilukada Muaraenim dijadwalkan akan dilaksanakan 5
Maret 2013 dan melibatkan 25 Kecamatan yang ada di Kabupaten Muara Enim.
(jon)