SEMARAK PON RIAU 2012
Rully Tutup Karier dengan Manis
Rebut Emas Sabel Putra Beregu . Taekwondo Sumbang Emas
Tayang:
Editor:
BangOpeak
ANTARA / ISMAR PATRIZKI
PEKANBARU - SUMSEL RAIH EMAS ANGGAR. Atlet Anggar Sumsel Rully Mauliadhani berlaga melawan atlet Sulut Richard Henry AT dalam final Anggar Floret Beregu Putra PON XVIII Riau di arena Anggar, Rumbai, Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/9). Sumsel berhasil merebut emas di nomor Anggar Floret Beregu Putra setelah mengalahkan Sulut dengan skor 45-34.
ANTARA / ISMAR PATRIZKI
PEKANBARU - SUMSEL RAIH EMAS ANGGAR. Atlet Anggar Sumsel Rully Mauliadhani berlaga melawan atlet Sulut Richard Henry AT dalam final Anggar Floret Beregu Putra PON XVIII Riau di arena Anggar, Rumbai, Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/9). Sumsel berhasil merebut emas di nomor Anggar Floret Beregu Putra setelah mengalahkan Sulut dengan skor 45-34.
ANTARA / ISMAR PATRIZKI
PEKANBARU - SUMSEL RAIH EMAS ANGGAR. Atlet Anggar Sumsel Rully Mauliadhani berlaga melawan atlet Sulut Richard Henry AT dalam final Anggar Floret Beregu Putra PON XVIII Riau di arena Anggar, Rumbai, Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/9). Sumsel berhasil merebut emas di nomor Anggar Floret Beregu Putra setelah mengalahkan Sulut dengan skor 45-34.
TRIBUNSUMSEL.COM, PEKANBARU - Rully Maulidhani akhirnya bisa menutup kariernya di
olahraga anggar dengan manis. Bersama timnya, Rullu mempersembahkan
medali emas nomor sabel beregu putra, Tim anggar putra Sumsel yang
terdiri dari Rully Mauliadhani, Hendry Eko Budianto, Agista Andhani dan
Ade Indra Ansori menundukkan musun bebuyutan tim Sulawesi Utara
(Marselino Micchael Begin Wonda, Michael Rumuat, Reffly Hendra Tarega
dan Richard Hendri Arfe Tarega) dengan skor 45-34, Sabtu (15/9).
Sementara medali perunggu bersama berhasil diraih oleh tim anggar asal
Kalimantan Timur dan Jawa Barat.
"Mudahan-mudahan pada empat nomor yang tersisa yakni, floret beregu putra dan degen beregu putri (16/9) dan degen beregu putra dan sabel beregu putri (17/9) kita bisa meraih hasil maksimal," harap pelatih kepala anggar Sumsel Lukman Ahmadi. Lukman adalah ayahanda Rully dan Agista.
Sebelumnya, tim anggar putra berhasil mengalahkan tim anggar Gorontalo pada babak perempatfinal dengan skor 45-11. Setelah itu berlanjut dengan menghadapi tim Kalbar yang juga menang lawan Banten dengan skor 45-37. Pada perebutan tiket ke final ini Tim Anggar Sumsel tak terbendung dengan sukses meraih poin 45-27 poin.
Sementara, finalis lainnya Sumut pun berhasil mengalahkan Jawa Timur dengan skor 45-26 guna melaju kebabak semifinal. Bertemu Tim Jawa Barat yang juga berhasil mengalahkan Kalimantan Timur (45-39), Sulut sukses merebut tiket final usai menaklukkan Jabar dengan skor 45-39.
"Alhamdullilah target saya pada PON kali ini tercapai dengan merebut dua emas," ujar Rully singkat sembari berujar akan pensiun usai PON kali ini.
Sementara pada nomor beregu putri, tim Sumsel kalah dari tim Kalbar dengan skor 40-45. Kekalahan ini seperti antiklimaks mengingat perjalanan tim ini ke final tergolong luar biasa.
"Kalah dari partai final bukanlah akhir segalanya, saya sudah berusaha semaksimal mungkin dan ternyata hasilnya begini dan saya terima," demikian ucapan salah satu peanggar sumsel, Dolly Rosana usai harus dipaksa menyerah dengan skor tipis dari tim anggar Kalbar (Tesa Dwi Anggraeni, Verdiana Rihandini, Listiya Anggraini dan Mery Ananda) dengan skor tipis, 40-45.
Bertanding di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Lancang Kuning, Rumbai, Pekanbaru, Sabtu (15/9), Dolly yang turun pada nomor floret putri beregu bersama Lestari, Anggi Paramitha dan Ririn Safitri, terpaksa harus mengakhiri dominasinya disepanjang pertandingan. Padahal sebelum menembus babak final Dolly dkk ini mampu tampil perkasa dengan membantai Sulut dengan skor 45-26 pada babak perempatfinal.
Berlanjut ke babak semifinal pun, Dolly dkk berhasil membantai Tim Anggar asal Jawa Barat dengan skor telak 45-24. Sementara finalis lainnya, Kalbar tampil konsisten dengan terus meraih kemenangan meski dengan selisih skor tipis. Seperti pada babak perempat final Tim Kalbar hanya memperoleh point 45-41 atas Tim Kaltim. Begitupun pada babak semifinal saat bertemu DKI Jakarta hanya mampu unggul 45-39.
"Kalau mau dikatakan puas sudah pasti ini bukan harapan saya. Namun hasilnya begini saya akan terima dengan lapang dada," tegas Dolly lagi.
Dolly merasa cukup bersyukur bisa meraih hasil ditengah-tengah kondisi yang bisa dibilang berbeda dari peserta lainnya. Pasalnya, bisa dibilang dari semua atlet anggar putri yang ikut serta hanya dirinya yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Meski begitu ia tetap bersemangat dan optimis untuk bisa memberikan yang terbaik pada PON terakhirnya ini.
"Pastinya ambisi saya untuk bisa melewati PON kali ini tercapai, mengenai hasil yang belum meraih emas mungkin memang belum jalannya," katanya seraya berujar akan tetap melanjutkan karirnya sebagai jurnalis usai PON ini.
Lukman Ahmadi mengakui memang pada pertandingan tersebut tim yang diturunkannya kalah kelas dari tim lawan. Ketimpangan ini terjadi karena hampir seluruh pemain Kalbar yang turun padaa nomor ini adalah atlet-atlet senior dan berpengalaman. Sementara, Tim Sumsel hanya mengandalkan pemain senior, Dolly Rosana sementara sisanya masih jonior.
"Tim kita sudah berusaha maksimal, tapi memang lawan lebih unggul. Mereka diperkuat oleh beberapa atlet yang turun pada SEA Games 2011 lalu," terangnya.
Dikatakan Lukman, hasil yang diperoleh Tim Anggar Sumsel dengan sudah mengumpulkan 12 medali sementara yakni tiga emas, tiga perak dan enam perunggu bisa dibilang cukup memuaskan. Tinggal meraih satu medali emas lagi maka target yang diberikan KONI Sumsel akan terpenuhi.
"Kita tetap yakin bisa meraih medali lebih banyak lagi, mengingat di empat nomor sisa inipun kita diunggulkan," tukasnya.
Emas Taekwondo
span style="font-weight: bold;"> Emas Sumsel bertambah juga dari taekwondo melalui Rizal Syamsir yang turun pada kelas O 87 kg (heavy) putra. Kemudian satu perak dan satu perunggu lainnya datang dari cabor dayung. Jadi total medali yang diraih Kontingen Sumsel per 14 Spetember adalah 6 emas, 11 perak dan 16 perunggu.
Atlet andalan Sumsel, Nie Putu Dessy yang turun pada lompat galah putri terpaksa harus menunda pertandingannya. Pasalnya hujan deras tiba-tiba mengguyur Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, jelas kondisi ini tidak memungkinkan untuk tetap melankutkan pertandingan.
"Ya pertandingan saya ditunda besok sore," kata Nie Putu Dessy singkat.
Dengan kondisi ini (ditundanya pertandingan), pelatih atletik, Sudirman mengatakan sudah pasti sedikit banyak akan turut mempengaruhi mental atlet. Pasalnya Nie Putu Dessy yang ditargetkan meraih emas pada satu-satunya nomor yang ia ikuti ini, awalnya sudah sangat siap bertanding.
"Apa boleh buat, situasinya memang tidak memungkinkan. Padahal mereka (atlet lompat galah) ini sudah bersiap-siap dan sudah melakukan pemanasan," katanya.
Dikatakan Sudirman, pada hari sore ini selain nomor yang akan diikuti Nie Putu Dessy masih ada lagi satu nomor yang akan diperlombakan yakni Marathon melalui Jauhari Johan. Kemudian, pertandingan pamungkas datang dari nomor jalan cepat yang akan dilaksanakan pada Senin (17/9) mendatang.
"Kita berharap pada Dessy unruk dapat meraih emas, sebab target kita dari awal pada cabor atletik ini adalah meraih satu emas, dua perak dan tiga perunggu," ungkapnya.
Hasil sementara, lanjut Sudirman, atletik Sumsel sudah meraih dua perak (melalui Jauhari Johan yang turun pada nomor 5000 m dan Rio Maholtra yang turun pada nomor 110 m lompat gawang) dan satu perunggu (melalui Suyatmi). Andaikata, Nie Putu Dessy berhasil meraih emas hari ini maka target PASI Sumsel bisa dibilang tercapai.
"Tinggal lagi kita minta dan berharap Nie Putu ini untuk tetap sehat, sehingga bisa tampil maksimal besok," pungkasnya.
Terbang Layang
Dari cabang olahraga dirgantara, atlet terbang layang Sumatera Selatan, Dido Angkasa menjadi satu-satunya harapan peraih medali Cabang Olahraga Terbang Layang pada PON XVIII di Provinsi Riau.
Hari ini, Minggu (16/9) atlet senior Sumsel ini akan berlaga di nomor Goal and Race bersama lima atlet dari kontingen lain. Dua medali emas yang ditargetkan pada Cabang Olahraga ini dipastikan tidak bisa dipenuhi, karena satu nomor yang diikuti, Precision Landing tidak berhasil menyumbang medali.
"Pencapaian target kita sudah tidak bisa lagi memenuhinya. Dua nomor yang kita ikuti, satu diantaranya tidak berhasil menyumbang medali," ujar Kapordirga Terbang Layang Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sumsel, Abdul Majid kepada Tribun Sumsel, Sabtu (15/9) melalui sambungan telpon.
Kesempatan meraih medali satu-satunya berharap pada nomor terakhir yang dipertandingkan hari ini. Kemungkinan besar medali yang diperoleh hanya sebatas perak. Medali emas akan susah diraih melihat lawan yang dihadapi cukup berat.
"Kalau emas susah ya, karena kita berhadapan dengan DKI Jakarta. Mereka lebih siap secara teknis peralatan yang dimiliki. Pesawat yang digunakan masih baru jika dibandingkan yang kita gunakan," ungkapnya.
Keberhasilan cabang olahraga terbang layang ditentukan oleh tiga faktor, yakni faktor Atlet menyumbang 40 persen, Alat, 20 persen, dan faktor alam sebesar 40 persen.
Dari ketiga faktor itu, Dido sudah dikenal sebagai atlet senior. Berbagai pengalaman sudah dikantongi atlet senior Sumsel ini.
"Kalau atlet, kita termasuk senior, kemampuannya sama dengan atlet DKI. Nilai tambah yang dimiliki DKI hanya terletak pada peralatannya saja. Kita sama-sama berdoa agar capaian yang diraih dapat maksimal," harapnya.
Kondisi cuaca di lokasi pertandingan, Kota Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu menjadi kekhawatiran tersendiri. Beberapa hari belakangan, kota ini diguyur hujan, sehingga suhu ideal untuk pertandingan kemungkinan sulit didapat.
"Kita berharap cuaca mendukung pertandingan. Kondisi panas udara yang ideal sangat menentukan terbang layang. Semoga panas ideal yang kita butuhkan didapat saat pertandingan," harapnya.(iam)
"Mudahan-mudahan pada empat nomor yang tersisa yakni, floret beregu putra dan degen beregu putri (16/9) dan degen beregu putra dan sabel beregu putri (17/9) kita bisa meraih hasil maksimal," harap pelatih kepala anggar Sumsel Lukman Ahmadi. Lukman adalah ayahanda Rully dan Agista.
Sebelumnya, tim anggar putra berhasil mengalahkan tim anggar Gorontalo pada babak perempatfinal dengan skor 45-11. Setelah itu berlanjut dengan menghadapi tim Kalbar yang juga menang lawan Banten dengan skor 45-37. Pada perebutan tiket ke final ini Tim Anggar Sumsel tak terbendung dengan sukses meraih poin 45-27 poin.
Sementara, finalis lainnya Sumut pun berhasil mengalahkan Jawa Timur dengan skor 45-26 guna melaju kebabak semifinal. Bertemu Tim Jawa Barat yang juga berhasil mengalahkan Kalimantan Timur (45-39), Sulut sukses merebut tiket final usai menaklukkan Jabar dengan skor 45-39.
"Alhamdullilah target saya pada PON kali ini tercapai dengan merebut dua emas," ujar Rully singkat sembari berujar akan pensiun usai PON kali ini.
Sementara pada nomor beregu putri, tim Sumsel kalah dari tim Kalbar dengan skor 40-45. Kekalahan ini seperti antiklimaks mengingat perjalanan tim ini ke final tergolong luar biasa.
"Kalah dari partai final bukanlah akhir segalanya, saya sudah berusaha semaksimal mungkin dan ternyata hasilnya begini dan saya terima," demikian ucapan salah satu peanggar sumsel, Dolly Rosana usai harus dipaksa menyerah dengan skor tipis dari tim anggar Kalbar (Tesa Dwi Anggraeni, Verdiana Rihandini, Listiya Anggraini dan Mery Ananda) dengan skor tipis, 40-45.
Bertanding di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Lancang Kuning, Rumbai, Pekanbaru, Sabtu (15/9), Dolly yang turun pada nomor floret putri beregu bersama Lestari, Anggi Paramitha dan Ririn Safitri, terpaksa harus mengakhiri dominasinya disepanjang pertandingan. Padahal sebelum menembus babak final Dolly dkk ini mampu tampil perkasa dengan membantai Sulut dengan skor 45-26 pada babak perempatfinal.
Berlanjut ke babak semifinal pun, Dolly dkk berhasil membantai Tim Anggar asal Jawa Barat dengan skor telak 45-24. Sementara finalis lainnya, Kalbar tampil konsisten dengan terus meraih kemenangan meski dengan selisih skor tipis. Seperti pada babak perempat final Tim Kalbar hanya memperoleh point 45-41 atas Tim Kaltim. Begitupun pada babak semifinal saat bertemu DKI Jakarta hanya mampu unggul 45-39.
"Kalau mau dikatakan puas sudah pasti ini bukan harapan saya. Namun hasilnya begini saya akan terima dengan lapang dada," tegas Dolly lagi.
Dolly merasa cukup bersyukur bisa meraih hasil ditengah-tengah kondisi yang bisa dibilang berbeda dari peserta lainnya. Pasalnya, bisa dibilang dari semua atlet anggar putri yang ikut serta hanya dirinya yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Meski begitu ia tetap bersemangat dan optimis untuk bisa memberikan yang terbaik pada PON terakhirnya ini.
"Pastinya ambisi saya untuk bisa melewati PON kali ini tercapai, mengenai hasil yang belum meraih emas mungkin memang belum jalannya," katanya seraya berujar akan tetap melanjutkan karirnya sebagai jurnalis usai PON ini.
Lukman Ahmadi mengakui memang pada pertandingan tersebut tim yang diturunkannya kalah kelas dari tim lawan. Ketimpangan ini terjadi karena hampir seluruh pemain Kalbar yang turun padaa nomor ini adalah atlet-atlet senior dan berpengalaman. Sementara, Tim Sumsel hanya mengandalkan pemain senior, Dolly Rosana sementara sisanya masih jonior.
"Tim kita sudah berusaha maksimal, tapi memang lawan lebih unggul. Mereka diperkuat oleh beberapa atlet yang turun pada SEA Games 2011 lalu," terangnya.
Dikatakan Lukman, hasil yang diperoleh Tim Anggar Sumsel dengan sudah mengumpulkan 12 medali sementara yakni tiga emas, tiga perak dan enam perunggu bisa dibilang cukup memuaskan. Tinggal meraih satu medali emas lagi maka target yang diberikan KONI Sumsel akan terpenuhi.
"Kita tetap yakin bisa meraih medali lebih banyak lagi, mengingat di empat nomor sisa inipun kita diunggulkan," tukasnya.
Emas Taekwondo
span style="font-weight: bold;"> Emas Sumsel bertambah juga dari taekwondo melalui Rizal Syamsir yang turun pada kelas O 87 kg (heavy) putra. Kemudian satu perak dan satu perunggu lainnya datang dari cabor dayung. Jadi total medali yang diraih Kontingen Sumsel per 14 Spetember adalah 6 emas, 11 perak dan 16 perunggu.
Atlet andalan Sumsel, Nie Putu Dessy yang turun pada lompat galah putri terpaksa harus menunda pertandingannya. Pasalnya hujan deras tiba-tiba mengguyur Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, jelas kondisi ini tidak memungkinkan untuk tetap melankutkan pertandingan.
"Ya pertandingan saya ditunda besok sore," kata Nie Putu Dessy singkat.
Dengan kondisi ini (ditundanya pertandingan), pelatih atletik, Sudirman mengatakan sudah pasti sedikit banyak akan turut mempengaruhi mental atlet. Pasalnya Nie Putu Dessy yang ditargetkan meraih emas pada satu-satunya nomor yang ia ikuti ini, awalnya sudah sangat siap bertanding.
"Apa boleh buat, situasinya memang tidak memungkinkan. Padahal mereka (atlet lompat galah) ini sudah bersiap-siap dan sudah melakukan pemanasan," katanya.
Dikatakan Sudirman, pada hari sore ini selain nomor yang akan diikuti Nie Putu Dessy masih ada lagi satu nomor yang akan diperlombakan yakni Marathon melalui Jauhari Johan. Kemudian, pertandingan pamungkas datang dari nomor jalan cepat yang akan dilaksanakan pada Senin (17/9) mendatang.
"Kita berharap pada Dessy unruk dapat meraih emas, sebab target kita dari awal pada cabor atletik ini adalah meraih satu emas, dua perak dan tiga perunggu," ungkapnya.
Hasil sementara, lanjut Sudirman, atletik Sumsel sudah meraih dua perak (melalui Jauhari Johan yang turun pada nomor 5000 m dan Rio Maholtra yang turun pada nomor 110 m lompat gawang) dan satu perunggu (melalui Suyatmi). Andaikata, Nie Putu Dessy berhasil meraih emas hari ini maka target PASI Sumsel bisa dibilang tercapai.
"Tinggal lagi kita minta dan berharap Nie Putu ini untuk tetap sehat, sehingga bisa tampil maksimal besok," pungkasnya.
Terbang Layang
Dari cabang olahraga dirgantara, atlet terbang layang Sumatera Selatan, Dido Angkasa menjadi satu-satunya harapan peraih medali Cabang Olahraga Terbang Layang pada PON XVIII di Provinsi Riau.
Hari ini, Minggu (16/9) atlet senior Sumsel ini akan berlaga di nomor Goal and Race bersama lima atlet dari kontingen lain. Dua medali emas yang ditargetkan pada Cabang Olahraga ini dipastikan tidak bisa dipenuhi, karena satu nomor yang diikuti, Precision Landing tidak berhasil menyumbang medali.
"Pencapaian target kita sudah tidak bisa lagi memenuhinya. Dua nomor yang kita ikuti, satu diantaranya tidak berhasil menyumbang medali," ujar Kapordirga Terbang Layang Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sumsel, Abdul Majid kepada Tribun Sumsel, Sabtu (15/9) melalui sambungan telpon.
Kesempatan meraih medali satu-satunya berharap pada nomor terakhir yang dipertandingkan hari ini. Kemungkinan besar medali yang diperoleh hanya sebatas perak. Medali emas akan susah diraih melihat lawan yang dihadapi cukup berat.
"Kalau emas susah ya, karena kita berhadapan dengan DKI Jakarta. Mereka lebih siap secara teknis peralatan yang dimiliki. Pesawat yang digunakan masih baru jika dibandingkan yang kita gunakan," ungkapnya.
Keberhasilan cabang olahraga terbang layang ditentukan oleh tiga faktor, yakni faktor Atlet menyumbang 40 persen, Alat, 20 persen, dan faktor alam sebesar 40 persen.
Dari ketiga faktor itu, Dido sudah dikenal sebagai atlet senior. Berbagai pengalaman sudah dikantongi atlet senior Sumsel ini.
"Kalau atlet, kita termasuk senior, kemampuannya sama dengan atlet DKI. Nilai tambah yang dimiliki DKI hanya terletak pada peralatannya saja. Kita sama-sama berdoa agar capaian yang diraih dapat maksimal," harapnya.
Kondisi cuaca di lokasi pertandingan, Kota Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu menjadi kekhawatiran tersendiri. Beberapa hari belakangan, kota ini diguyur hujan, sehingga suhu ideal untuk pertandingan kemungkinan sulit didapat.
"Kita berharap cuaca mendukung pertandingan. Kondisi panas udara yang ideal sangat menentukan terbang layang. Semoga panas ideal yang kita butuhkan didapat saat pertandingan," harapnya.(iam)
.jpg)
.jpg)
