SEMARAK PON RIAU 2012

Cedera tak Halangi Hendra Rebut Emas

Tim anggar Sumsel kembali berhasil meraih menambah perolehan medali emas.

Tayang:
Editor: BangOpeak
zoom-inlihat foto Cedera tak Halangi Hendra Rebut Emas
SRIPO/ZAINI
TERIAK - Hendrawan Susanto menggigit medali emas yang baru diraihnya pada final floret perorangan putra, Kamis (13/9/2012)
PEKANBARU, TRIBUN - Tim anggar Sumsel kembali berhasil meraih menambah perolehan medali emas. Kali ini Hendrawan Susanto yang turun di nomor florent putra perorangan berhasil menjadi sang jawara setelah mengalahkan lawannya, Aryanto asal Sulawesi Selatan 15-13. Bertanding di Gedung PKM Universitas Lancang Kuning, perjuangan Hendrawan terbilang tidak mudah.
Ia harus bertanding dalam kondisi cedera kambuhan yang ia dapat pasca SEA Games 2011 lalu. Pada awal pertandingan kedua peanggar ini saling kejar mengejar point, hingga pada akhirnya motivasi lebih yang diberikan orang tua Hendrawan dari atas tribun membuatnya bangkit dan mengakhir perjuangannya dengan manis. "Meski bertanding dalam kondisi cedera, tapi saya punya motivasi lebih dari ibu saya (Rilasari)," katanya usai UPP. Kembaran dari Hendri Eko Budianto (yang pada hari sebelumnya meraih perak pada nomor sabel putra perorangan ini) mengungkapkaan bahwa sosok ibu adalah segalanya baginya mengingat ayahandanya, Junaidi sudah almarhum.
"Niatannya sih uang bonus yang diperoleh ini untuk ibu naik haji. Mudah-mudahan cepat terkabul dan tidak ada halangan," harap peraih perak pada nomor florent beregu pada SEA Games 2011 lalu ini. Tak puas sampai di sini saja, Hendrawan berujar masih memiliki ambisi meraih satu emas lagi pada nomor florent beregu, Minggu (16/9) mendatang. Oleh karena itulah ia akan berusaha lebih untuk dapat mempertahankan performanya ini.
"Ya masih satu nomor lagi pada Minggu nanti, jadi masih ada waktu istirahat untuk penyembuhan cedera," katanya.
Pada nomor lainnya, degen putri perorangan, Jeanned Alfridan harus berpuas diri dengan meraih medali perak, setelah dikalahkaan oleh Isnawati Sir Idar asal Sulawesi Selatan, dengan skor 15-10. Sebelumnya, Jea sapaan akrabnya berhasil tembus ke babak final setelah mengalahkan seniornya sendiri Eka Febriyanti pada babak semifinal dengan skor 15-12.
"Alhamdulillah hari ini kita dapat satu emas lagi (Hendra), kemudian satu perak (Jea) dan satu perunggu (Eka). Jadi total medali yang sudah didapatkan termasuk kemarin (12/9) ada enam medali yakni, dua emas, dua perak dan dua perunggu," rincinya.
Pada pertandingan cabor renang, Akbar Nasution akhirnya kembali meraih medali perunggu pada nomor 1500 M gaya bebas perorangan, dengan catatan waktu 16.20.43 menit. Padahal, target Akbar sebelumnya adalah meraih medali emas namun sayang harapannya pupus usai kalah bersaing dengan perenang muda, Ricky Anggawijaya asal Jawa Barat (16.00.00) dan Rodrick Luhur asal DKI Jakarta (16.10.03).
"Jujur, hasil pada laga penutupan ini (pertandingan terakhir baginya) bukan yang saya harapkan. Memang awalnya saya menargetkan emas, dan saya pun sudah berusaha semaksimal mungkin, namun sistem rekoveri yang saya jalani tidak begitu baik," katanya.
Selain itu, Akbar mengaku faktor umur menjadi salah satu kendala lainnya. Ia mengakui umurnya yaang sudah 29 tahun ternyata sudah tidak mampu menyaingi lagi perenang muda. Oleh karena itulah ia berniat pensiun usai PON kali ini dan memutuskan untuk jadi pelatih renang.
"Saya harus terima hasil ini, dan saya minta maaf kepada publik Sumsel karena gagal mempersembahkan emas. Sayapun mau mengucapkan terima kasih karena telah percaya dan mendukung karir saya selama ini," katanya.
Perolehan medali lainnya, yakni dua perunggu datang dari cabor menembak pada nomor 50 rifle prone putra (Sudarmawan, Wisnu Aji, Agus Anindhito), dan cabor atletik melalui Suyatmi pada nomor 400 m gawang putri. Jadi total keseluruhn medali yang diperoleh kontingen Sumsel per 13 September baru berhasil meraih 21 medali dengan rincian 4 emas, 5 perak dan 12 perunggu.
"Jelas hasil ini akan kita evaluasi, kenapa cabor-cabor yang kita unggulkan gagal meeraih hasil maksimal. Oleh karena itulah sepulang dari PON ini kita akan lakukan evaluasi secara menyeluruh baik itu dari atlet, pelatih dan kepengurusan KONI sendiri," kata Wakil Ketua V KONI Sumsel, Dhenie Zainal.
Lenyap Rp 5,25 Juta
Alih-alih ingin fokus bertading dan menuai prestasi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012, malah musibah dialami oleh pelatih gulat Sumsel, Suhardin yang harus pasrah kehilangan uangnya sebesar Rp 5,25 juta.
Menurutnya, Rabu (13/9), kehilangannya sendiri diperkirakan sudah terjadi sejak Rabu (12/9) kemarin, dan baru diketahui sehari setelahnya, Kamis (13/9). Ia menduga pelaku pencurian ini adalah orang dalam yang sudah mengetahui seluk beluk tempat ia dan atletnya menginap. Pasalnya, ketika dompet tersebut ditinggalkan di penginapan, kunci kamar sama sekali tidak rusak.
"Dompetnya sengaja saya tinggal di dalam kamar, lantaran takut hilang di jalan. Naasnya malah hilang dikamar sendiri," keluhnya.
Dikatakannya, barang-barang yang ada di dalam dompet hanya berisi uang saja, sedangkan untuk barang lainnya seperti surat menyurat dan lainnya sengaja tidak dibawa. Pencurian ini terjadi tepatnya saat semua atlet dan offisial sedang menjalani latihan dan tidak ada ditempat kejadian, alhasil sulit untuk menuduh atlet atau offisial lainnya.
"Saya di kamar penginapan dengan Firman (atlet). Saya rasa tidak mungkin jika atlet saya yang melakukan, jelas saya tidak percaya," ujarnya.
Hanya saja ia mencurigai beberapa orang yang melakukan pencurian itu. Dari keterangan saksi, sebelumnya ada orang bertopi berperakan kecil mondar-mandir disekitar wisma. Tidak tahu apakah pekerja disitu atau siapa, sebab di wisma itu sedang dalam pengerjaan pembangunan.
"Saya tidak menuduh siapapun, namun dari keterangan beberapa saksi ada orang yang sudah dicurigai. Ciri-ciri orang yang dicurigai itu sudah diketahui, dan saya pun sudah melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib (kepolisian)," ucapnya.
Dengan kejadian ini, Suhardin mengaku jelas akan mempengaruhi timnya untuk menjalani pertandingan pada Senin, 17 September nanti. Pasalnya sebagian uang yang hilang ini juga merupakan uang kas para atlet juga. Namun meski begitu, ia akan berusaha untuk tetap mengintruksikan untuk tetap bersabar dan fokus untuk menghadapi laga pada PON ini.
"Jelas memeengaruhi namun kita akan berusaha untuk tetap fokus dan bermain maksimal," janji Suhardin. (sripo/cw2)
Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved