Kanal

Presiden Filipina Rodrigo Duterte Tantang Militer Lakukan Kudeta Jika Tak Suka Gaya Kepemimpinannya

Militer Filipina - RT.com

TRIBUNSUMSEL.COM-Presiden Filipina Rodrigo Duterte menantang para prajurit militer negaranya untuk melancarkan pemberontakan jika mereka tidak senang dengan kepemimpinannya.

“Pimpin pemberontakan atau revolusi atau apa pun,” kata Duterte dalam wawancara dengan Penasehat Hukum Presiden Kepala Salvador Panelo seperti dimuat ulang Russia Today, Selasa (11/9/2018).

Dia juga menekankan bahwa prajurit bebas memilih jika lebih yakin dengan kritikus utamanya, Senator Antonio Trillanes.

“Anda bebas melakukan itu. Sebenarnya, saya mendorong Anda,” kata Duterte.

Komentar presiden datang setelah dia membatalkan amnesti yang diberikan kepada Trillanes, mantan perwira Angkatan Laut yang bergabung dengan pemberontakan masa lalu. Duterte juga memerintahkan penangkapan Trillanes.

Dia meminta Departemen Kehakiman dan militer untuk memulai kembali proses pidana terhadap senator tersebut.

Trillanes dan beberapa ahli hukum menilai bahwa langkah itu akan melanggar konstitusi negara.

Lebih lanjut, Duterte menyatakan bahwa amnesti Trillanes batal karena sang senator gagal untuk mengajukan proklamasi amnesti resmi dan mengaku bersalah atas keterlibatannya dalam upaya kudeta gagal sebelumnya.

Namun, Trillanes menolak klaim Duterte dan telah menggunakan laporan berita dan dokumen Departemen Pertahanan untuk mendukung kasusnya.

Dia juga telah meminta Mahkamah Agung untuk mengumumkan tindakan Duterte ilegal.

Untuk diketahui, Trillanes telah lama menjadi musuh Duterte.

Dia menuduh presiden korupsi besar-besaran dan keterlibatan dengan obat-obatan terlarang. Duterte membantah semua tuduhan.

Penulis: Muhamad Edward

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer