Kanal

Diajak Berkelahi Preman, Digoda PSK Hingga Dicap Munafik, Kisah Gus Miftah Berdakwah di Klub Malam

Gus Miftah dakwah di klub malam. - Kolase TribunSolo.com/Instagram @gusmiftah

Ia mengerahkan seluruh usahanya mulai dari mengirim surat hingga datang ke lokasi.

Namun ajakan itu tak serta merta direspon baik oleh pihak klub malam.

 

"Awalnya saya surati, saya datangi. Saya ajak komunikasi baik-baik. Saya sampaikan 'sejelek apapun kita masih butuh Tuhan'. Sementara kesempatan anak-anak kafe, lokalisasi itukan minim dibandingkan dengan kita," ujarnya.

"Nah ini saya punya cara, kalau boleh saya bikin acara di sini (kafe dan salon plus-plus). Saya tembusin ownernya, ya ada yang respon, ada yang menolak, ada yang menolak kemudian menerima," imbuhnya.

Bernostalgia, ia beberkan tempat pertama yang ia datangi sekira tahun 2004 silam, yakni Pasar Kembang atau yang biasa disebut Sarkem, lokalisasi di Jogjakarta.

Pertama kali mengajukan izin untuk berdakwah, ia sempat diajak berkelahi oleh preman-preman di sana.

Bahkan ia sempat berhadapan dengan Gun Jack, satu di antara preman yang paling ditakuti di Jogjakarta.

"Tempat pertama itu di Sarkem. Responnya pertama kali saya mau diajak kelahi sama preman-preman. Saya dianggap orang gila. Akhirnya saya bisa meyakinkan mereka," terangnya.

"Dulu almarhum Gun Jack itu pertama kali (yang tanya saya), 'visi misinya apa, tujuannya apa, kalau mau kisruh, ya kita habisi di sini'," kenangnya menirukan percakapannya dengan Gun Jack.

Gus Miftah pun menjelaskan maksud kedatangannya untuk menjadi jalan bagi teman-teman pekerja seks komersial (PSK) kepada Tuhan.

Halaman
1234
Editor: Kharisma Tri Saputra

Video Viral Jokowi Hormat Sendiri saat Indonesia Raya Berkumandang, Begini Menurut Undang-undang

Berita Populer