Kanal

Berbeda Kubu di Pilpres 2019, Erick Thohir: Tanya Sandiaga Kenapa Saya Tidak Mau ke Sana

Erick Thohir dan Sandiaga Uno - kolase/net

Pengusaha berusia 48 tahun ini juga pernah sebagai pemilik klub bola basket NBA Philadelphia 76ers.

Erick Thohir dianggap merupakan sosok yang cukup piawai dalam memimpin organisasi. Dia orang yang memiliki multi talenta. Rekam jejak kepiawaian memempin bisa dilihat dari mulai bidang olah raga hingga bisnis.

Hal ini disampaikan oleh Peneliti senior Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo, Kamis (6/9/2019).

"Keberhasilannya memimpin penyelenggaraan Asian Game ke 18 membuktikan kemahiran dan kematangan dari seorang Erick Thohir. 

Menurut saya, dia seorang manajer yang handal dan profesional. Dari rekam jejak keberhasilannya di berbagai bidang termasuk sukses menghantarkan Asian Games, menunjukkan sosok Erick adalah seorang manajer yang cerdas dan pekerja keras," ujarnya.

"Tidak ada keberhasilan tanpa bekerja keras. Erick adalah sosok yang menggabungkan prinsip kerja keras dan kerja cerdas.

Karenanya, merupakan strategi yang tepat mempercayakan sosok Erick Thohir untuk menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Pasangan Calon Presiden Jokowi - Kiai Maruf Amin," kata dia.

Dengan kemampuan yang dimilikinya, menurut Karyono kepemimpinan Erick Thohir akan manambah energi baru dalam tim Jokowi

. Dengan kemampuan manajerial dan rekam jejak kesuksesan menghantarkan Asian Games dan keberhasilannya di beberapa bidang usaha bisa menjadi modal untuk memimpin tim kampanye nasional.

Karenanya, kehadiran sosok Erick akan menaikkan citra positif pasangan Jokowi - Ma'ruf. Selain kisah sukses yang disandangnya, sikap Erick yang tetap cool menambah pesona dan kharisma sosok yang berlatar belakang pengusaha ini.

Erick tidak hanya kaya harta tapi juga kaya ide dan gagasan yang menginspirasi bagi sebuah prestasi.

Namun demikian, lanjutnya posisi Erick menjadi ketua tim kampanye Jokowi - Kiai Maruf bukan tanpa tantangan. Sejumlah tantangan yang dihadapi tim Jokowi - Kiai Maruf diantaranya yang terberat adalah menyolidkan seluruh tim koalisi jangan sampai terbelah.

- Djoko Santoso 

Djoko Santoso merupakan seorang mantan Panglima TNI. Pria kelahiran Surakarta, 8 September 1952 ini masuk akademi militer tahun 1975, dan memulai kariernya sebagai Danton-I/A/121/II tahun 1976.

Karirnya semakin meningkat hingga dia menjabat sebagai Komandan Yonif Linud 330/Kostrad di tahun 1990.

Djoko Santoso di DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (20/8/2018). (Tribunnews.com/ Rizal Bomatama)

Tahun 2005 sampai 2007, Djoko menjabat sebagai Kepala Staf TNI AD. Saat Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden, Djoko diangkat menjadi panglima TNI tahun 2007 sampai 2010.

Usai pensiun, Djoko langsung memilih terjun ke dunia politik dan bergabung di Partai Gerindra.

Ia ditunjuk sebagai wakil ketua dewan pembina.

Ia juga dikenal dekat dengan Prabowo Subianto.

Ia sudah aktif membantu Prabowo sejak Pilpres 2014 sebagai tim sukses.

Dan pada Pilpres 2019, Djoko Santoso disebut-sebut akan menjadi ketua tim sukses pasangan Prabowo-Sandi.

Sejumlah partai koalisi Prabowo juga setuju nama Djoko Santoso sebagai komando tim sukses. (Tribunsumsel.com/Mochamad Krisnariansyah)



Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Tribunnews

Hasil Polling Mata Najwa di 3 Sosmed, Prabowo-Sandi Unggul dari Jokowi-Ma'ruf Amin

Berita Populer