Kanal

Menteri Jonan Minta Eksportir Bawa 100 Persen Uang Devisa ke Dalam Negeri, Ini Kata Eksportir Karet

Pasar getah Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). - Tribun Sumsel/ Ari Wibowo

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Hartati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan Alex K Eddy mengatakan imbauan Menteri Jonan agar uang hasil eksportir harus dibawa kembali masuk ke tanah air sebagai sumber devisa dan upaya menstabilkan nilai tukar dollar sudah lama diterpakan anggota Gapkindo.

Menurutnya, 90 persen uang hasil transaksi ekspor diolah kembali untuk membeli bokar (karet) sehingga sudah jelas dibawa masuk lagi dan dibelanjakan di dalam negeri.

"Kalau uangnya di investasikan di luar maka bagaimana bisa menjaga keberlangsungan ekspor impor," ujarnya, Jumat (7/9/2018).

Hingga kini dikatakannya dampak kenaikan nilai tukar rupiah memang cukup membantu harga karet namun tidaklah maksimal.

Pasalnya sudah ada jadwal penjualan karet sehingga tidak bisa serta merta menjual karet saat harga dolar Rp 15 ribu saat ini.

Baca: Sering Dimarahi, Kartika Putri Blak-blakan Ngaku Hampir Blokir Nomor Habib Usman bin Yahya

Baca: Karet Murah Pengaruhi Penerimaan Pajak Samsat Prabumulih, Realisasi Sampai Agustus Rp 41, 5 Miliar

"Buyer pun pintar, jika harga lagi bagus maka mereka menekannya dengan membatasi pembelian sehingga tidak banyak karet yang bisa dijual. Lagi pula sesuai dengan jadwalnya maka sudah terjadwal berapa banyak karet yang harus dijual setiap waktunya," tambahnya.

Dilansir dari kompas.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, pihaknya akan membuat aturan untuk bisa menarik 100 persen devisa hasil ekspor sumber daya alam yakni mineral dan baru bara (minerba) maupun minyak dan gas (migas) kembali ke Indonesia.

Hal itu sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menekan laju pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang semakin terperosok. "Akan menerapkan peraturan, ekspor harus pakai letter of credit (LC), detail nanti diatur di BI (Bank Indonesia), ada juga Kemendag (Kementerian Perdagangan), Kemenkeu (Kementerian Keuangan)," ujar Jonan di kantornya, Selasa (4/8/2018) malam.

Baca: Soal Program Sertifikat Tanah, Fadli Zon ke Jokowi: Gak Sekalian SIM, STNK, KK #kampanyeterselubun

Baca: Najwa Shihab Beberkan Alasan Tolak Jadi Ketua Timses Jokowi-Maruf

Kemudian, Jonan juga menyampaikan bahwa hasil ekspor ini 100 persen harus kembali ke Indonesia. Devisa hasil ekspor SDA bisa disimpan di dalam negeri melalui bank nasional, atau bank pemerintah di luar negeri.

"Uangnya harus kembali. Boleh dalam bentuk dollar AS atau bisa ditempatkan di bank-bank pemerintah di luar negeri," imbuh Jonan.

Lebih lanjut, pemerintah dalam mekanisme ini juga nantinya akan mengenakan sanksi bagi yang melanggar peraturan. "Kalau misal tidak kembali kita akan kenakan sanksi untuk mengurangi kemampuan ekspornya," pungkas Jonan. Dirinya, menegaskan jangan sampai ekspor hasil SDA ini tidak sampai kembali ke Indonesia.

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana

Pengakuan Wanita Penabrak Anggota Polisi usai Terobos Rombongan Presiden Jokowi

Berita Populer