Kanal

Sriwijaya FC Kembali ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jangan Ada Lagi Pengrusakan Stadion

Suporter Sriwijaya FC ricuh dan merusak bangku stadion Gelora Jakabaring Palembang, saat melawan Arema FC, Sabtu (21/7/2018) - KOMPAS.com/Aji YK Putra

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Lama tak merumput di Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, tim Sriwijaya FC akan kembali ke home base dengan menjamu tamu-tamunya di Liga 1 Gojek 2018 mulai 16 September mendatang.

Baca: Live Streaming MotoGP Sirkuit Mizano Italia, Terjadi Ketegangan Marquez dengan Bos Yamaha

Diketahui, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu akan menjamu tamunya Persebaya Surabaya pada tanggal tersebut.

"Rencananya tanggal 16 September Sriwijaya FC akan kembali bertanding disini karena selama ini seperti diketahui lapangan GSJ digunakan untuk Asian Games," kata Kepala Pengawas K3 PT Jakabaring Sport City, Rusli Nawi saat ditemui di GSJ Palembang, Selasa (4/9/2018).

Rusli menjelaskan sementara ini memang masih ada peralatan-peralatan atau perlengkapan yang masih ada di GSJ yang dipakai selama dipakai untuk perhelatan sepakbola wanita Asian Games XVIII.

Baca: Beda dengan Aksi #2019 Ganti Presiden, Politisi PDIP Nilai Emak-emak Minta Jokowi Mundur Sah

Rusli memastikan tumpukan-tumpukan seperti besi, bekas tenda dan lain sebagainya ini akan segera diangkat dengan menggunakan truk yang sudah siap mengangkut.

"Ada beberapa (peralatan) yang tidak dilepas karena kalau dilepas ini akan merusak dindingnya. Termasuk banner, stiker atau sejenisnya yang masih ditempel di dalam stadion agar menjadi kenang-kenangan Asian Games. Biar orang yang nonton mungkin tidak sempat masuk disini selama Asian Games, begitu juga pemain yang kemarin datang dari jauh mereka akan masih melihat kondisi, masih ada peninggalan di Asian Games," ungkapnya.

Baca: Ekonom Anjurkan Politisi dan Pejabat Jual Dollar, Apa Dampaknya ?

Begitu juga dengan latihan untuk persiapan SFC menghadapi lawan, Rusli menyebutkan khusus SFC boleh masuk ke GSJ untuk menggelar latihan.

Kecuali masyarakat umum yang masih tertutup hingga 15 September mendatang.

Dan saat pertandingan berlangsung tanggal 16 September, barulah JSC dibuka untuk umum.

"Karena sejak tangga 3 hari ini sampai tanggal 15 kita tutup untuk umum. Kita berbenah kembali termasuk venue, rumput dan lain-lain kita benahi dulu. Sudah siap barulah kita terima lagi masyarakat umum dan kita akan persilahkan masuk seperti semula," ucapnya.

Baca: Setara Hotel Bintang 3, Tarif Menginap di Wisma Atlet Jakabaring Rp 400 Ribu Per Malam

Rusli pula menghimbau kepada suporter yang akan memberikan dukungan untuk SFC saat menjamu tamunya agar menimbulkan rasa memiliki bahwa GSJ ini bukan milik negara, bukan punya JSC tapi punya masyarakat Sumsel, Indonesia bahkan dunia.

Jadi menurut Rusli sayang sekali jika tidak menjaga bersama.

Ia berharap kejadian pengrusakan fasilitas GSJ sebelum Asian Games berlangsung tidak terulang lagi dan para suporter bisa memberikan dukungan penuh untuk tim kebanggaan Sumsel.

"Kita sama-sama menjaga agar jangan lagi rusak karena akan memakan biaya dan merusak nama Sumsel," terangnya.

Penulis: Weni Wahyuny
Editor: M. Syah Beni

Warga Gerebek Guru Honorer Asal Madura yang Cabuli Siswi SMP di Dalam Mobil, Awal Kenalan di Medsos

Berita Populer