Kanal

Rencana Pengurangan PHL Pemkot Prabumulih Buat Keluarga Berharap Cemas, Begini Reaksi Mereka

Gedung Pemkot Prabumulih - tribunsumsel.com/Edison Bastari

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Wacana Pemerintah kota Prabumulih untuk melakukan pengurangan terhadap ribuan Pekerja Harian Lepas (PHL) karena kemampuan keuangan tidak sanggup membayar, terus menjadi polemik dan perbincangan hangat di Bumi Seinggok Sepemunyian.

Tidak hanya para pekerja harian lepas maupun para aparatur sipil negara (ASN) yang terus membahas masalah tersebut, namun warga khususnya orang tua para pekerja berharap ada jalan keluar sehingga pengurangan tidak dilakukan ke ribuan pekerja harian lepas.

Baca: Mengenal Kurator, Bukan Sekedar Profesi Pengurus Perusahaan Pailit

Baca: Waspada Sebaran Virus MERS-CoV, Dinkes Lahat Pantau Kedatangan Jemaah Haji Selama 2 Minggu

"Kalau ribuan yang dikurangi maka akan sangat banyak yang kena, tidak hanya pegawai harian lepas yang baru-baru saja tapi juga yang telah lama mengabdi," ungkap Rahmad, satu diantara orang tua PHL kepada wartawan, Kamis (30/8/2018).

Menurut Rahmad, sistem pengurangan sendiri hendaknya dilakukan dengan dasar masa kerja dan kedisiplinan, bukan dilakukan dengan cara melalui tahapan tes.

"Karena akan sangat kasihan jika yang sudah puluhan tahun mengabdi jadi PHL tau-tau tidak lulus, sementara yang baru lulus. Sebaiknya masa kerja lama dan disiplin bagus dipertahankan dan yang dikurangi itu yang baru dan tidak disiplin," katanya.

Baca: Baru Pulang Haji, Kontraktor Jalan Bandara Atung Bungsu Pagaralam Ditangkap KPK

Baca: Hujan dan Angin Kencang di OKU, 5 Pohon Tumbang Tutupi Jalan dan 4 Tiang Listrik Roboh.

Hal yang sama disampaikan Suryani, satu diantara warga kota Prabumulih. Menurut Suryani, membengkaknya jumlah PHL lantaran terus dilakukan penerimaan ketika pimpinan pemerintahan baru, ketika pergantian pejabat maupun ketika dewan baru.

"Bisa kita lihat, jika pimpinan baru, dewan baru maupun adanya pelantikan pejabat baru maka akan ada muka-muka pekerja harian lepas baru. ini yang membuat jumlah PHL membengkak melebihi jumlah pegawai negeri sipil," katanya.

Selain itu pengeluaran pemkot Prabumulih menjadi tinggi lantaran jumlah besar tersebut sementara PHL yang aktif bekerja sangat sedikit.

Baca: Waktu Layanan LRT Palembang Mulai 3 September Pukul 06.00-18.00, Tarif Berlaku Seperti Biasa

Baca: Akan Meriahkan Closing Ceremony Asian Games, Personil Super Junior ini Sudah Unggah Foto ini

"Dengan artian PHL itu datang absen pulang, kemudian pejabat baru merasa kantor sepi lalu menerima lagi untuk membantu. Begitu pejabat baru maka absen-pulang lagi, terus begitu sehingga jumlah terus bettambah, semestinya mereka yang datang untuk absen saja dan baru masuk itu dipangkas karena kasian kalau pemangkasan menimpa yang sudah puluhan tahun bekerja," bebernya.

Sementara Iin, satu diantara PHL Pemkot Prabumulih mengaku pihaknya yang telah mencapai 10 tahun bekerja sadar dan tau jika sejak awal bekerja menandatangani perjanjian tidak akan menuntut dijadikan pegawai serta menuntut gaji.

"Namun kalau bisa jangan sampai kami yang sudah lama ini justru kena pemangkasan, kasian kami ini yang sudah lama ini berharap diangkat jadi CPNS tapi malah mau dikurangi," keluhnya.

Baca: Kenalkan 7 Karakter Wanita di Film Wiro Sableng, Pesona Rara Murni Mampu Curi Perhatian Wiro

Baca: Tak Bisa Bangun Lagi Saat Sujud Rakaat Ketiga, Imam Masjid di Muratara ini Meninggal di Tanah Suci

Seperti diberitakan sebelumnya, Para Pekerja Harian Lepas (PHL) di lingkungan Pemerintah kota Prabumulih yang tidak disiplin dan tidak memiliki keahlian, pada 2019 mendatang siap-siap dirumahkan alias diberhentikan.

Pasalnya, Pemerintah kota Prabumulih kedepan berencana akan mengurangi ribuan PHL yang berdinas di seluruh instansi di lingkungan Pemkot Prabumulih.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Prabumulih, M Kowi SSos kepada sejumlah wartawan, Rabu (29/8/2018).

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer