Kanal

Stok Blanko Ribuan, tetapi Pembuatan e-KTP di Prabumulih Belum Bisa Dilaksanakan Karena Ini

Ilustrasi: e-KTP yang telah selesai dicetak.(KOMPAS/WISNU WIDIANTORO) - Ilustrasi: e-KTP yang telah selesai dicetak. (KOMPAS/WISNU WIDIANTORO)

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Jika sebelumnya kendala dihadapi yakni kekurangan blanko dalam pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP), kali ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pemerintah kota Prabumulih mengalami kendala lain dalam pembuatan identitas untuk masyarakat tersebut.

Kendala tersebut yakni Disdukcapil Pemkot Prabumulih kehabisan ribbon atau tinta serta film untuk mencetak E-KTP.

Baca: Junaidi Diringkus Tim Berantas BNN Prabumulih Usai Beli Sabu di Sungai Medang

Akibatnya, meski stok blanko E-KTP banyak tapi tidak bisa digunakan.

Disdukcapil hanya bisa melayani warga dengan membuat surat keterangan, hingga membuat permintaan pembuatan surat keterangan sebagai pengganti sementara E-KTP di kota Prabumulih mengalami peningkatan cukup banyak.

Baca: Jadwal Penerbangan Pesawat Garuda Palembang-Bandung dan Palembang-Padang, Mulai 31 Agustus

"Saat ini untuk pembuatan E-KTP mengalami kendala tidak bisa kita lakukan karena ribbon habis, sehingga sebagai pengganti permintaan pembuatan surat keterangan (Suket) sementara menjadi meningkat," ungkap Plt Kepala Disdukcapil kota Prabumulih, Yudi Apriadi kepada wartawan, Selasa (28/8/2018).

Yudi mengatakan, saat ini pihaknya berupaya menyediakan ribbon melalui pengadaan dalam anggaran biaya tambahan (ABT) 2018 mendatang.

"Kita sudah usulkan dalam ABT senilai Rp 150 juta untuk penambahan ribbon, semoga segera terrealisasi nantinya," katanya.

Baca: Jalan Akan Ditutup Pakai Seng Saat Pembangunan Pilar Jembatan Musi VI di Seberang Ilir

Sementara untuk pengadaan blanko E-KTP dijelaskan Yudi, hal itu bisa dilakukan pihaknya lantaran akan mendapat kiriman dari pemerintah dan stok nantinya akan cukup banyak.

"Pada 20 Agustus lalu kita mendapatkan blanko e-ktp dari pemerintah provinsi sebanyak 4000 blanko sehingga saat ini stok blanko kita mencapai 6,400 blanko. Meski stok banyak tapi belum bisa dipakai karena ribbon masih kosong sehingga kita terpaksa menggunakan suket," jelasnya.

Disinggung berapa banyak pembuatan suket akibat ribbon habis, Yudi menuturkan perhari pihaknya bisa mengeluarkan 50-100 suket, baik pembuatan karena masyarakat belum memiliki identitas atau yang hilang, rusak serta pindah rumah.

Baca: Video Viral, 11 Siswa SMK 1 Muara Enim Dikeluarkan Karena Lakukan Kesalahan Berat tak Bisa Ditolerir

"Terhitung sejak akhir Juli hingga saat ini kita sudah menerbitkan 1183 surat keterangan untuk masyarakat kota Prabumulih," tuturnya.

Lebih lanjut Yudi menerangkan, suket sejauh ini memang berlaku sebagai pengganti e-ktp sementara, namun dalam penggunaan suket mempunyai kekurangan yakni hanya berlaku selama enam bulan saja.
"Memang bisa digunakan untuk pendaftaran bpjs, administrasi di bank dan lainnya tapi hanya berlaku selama 6 bulan," terangnya.

Baca: 2 Wakil Indonesia Lolos Final Kategori Park Skateboard Asian Games, Aksi Meliuknya Hibur Penonton

Disinggung bagaimana untuk pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) nantinya, Yudi menambahkan untuk itu akan ada blanko atau aplikasi khusus dari pusat.

"Saat pilkada lalu ada suket dari pusat tapi tidak terpakai karena blanko dan ribbon ada, kalau kedepan tidak ada maka kita akan terbitkan suket baru dari pusat itu untuk masyarakat tapi kalau blanko dan ribbon banyak maka suket tidak akan digunakan," tambahnya.

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana

Video Detik-detik King Kobra Ditangkap Kurir JNE di Perumahan, Warga Mengaku Lihat Ada 6 Ekor Ular

Berita Populer