Kanal

Budidaya Nanas di Desa Sepucuk OKI Cegah Karhutla dan Tingkatkan Ekonomi Warga

Budidaya buah nanas di lahan gambut di wilayah Sepucuk Kayuagung dan Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogsn Komering Ilir (OKI), selain menjadi salah satu upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kegiatan ini juga menjadi alternatif mata pencaharian untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. - Mat Bodok

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Budidaya buah nanas di lahan gambut di wilayah Sepucuk Kayuagung dan Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Selain menjadi salah satu upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kegiatan ini juga menjadi alternatif mata pencaharian untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca: Wapres Jusuf Kalla Apresiasi Penyelenggaraan Asian Games 2018 di Palembang

Data yang himpun, budidaya nanas yang telah dilakukan sejak tahun 2015 lalu, dijalankan oleh sejumlah kelompok tani yang dibina langsung oleh personil Kodim 0402 OKI, yakni Serda Sutrasno yang juga Bhabinsa Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran, dengan modal awal yang dikucurkan oleh Badan Restorasi Gambut (BRG).

"Alhamdulillah berhasil, sekarang sudah bisa panen, satu hektarnya bisa menghasilkan 30.000-40.000 buah Nanas, dimana buah ini rasanya manis dan enak. Untuk harga bervariasi antara Rp 1.000 Rp 3.000/buah," ujar Serda Sutrasno kepada wartawan,

Baca: Kabar Perceraiannya Sempat Bikin Heboh, Begini Kehidupan Delia Eks Ecoutez Sekarang

Eko Mustanto selaku Ketua Kelompok Tani Budidaya Nanas, berharap event besar di Palembang yakni Asian Games dapat menjadi salah satu ajang pemasaran buah nanas OKI ini bagi para tamu dan peserta Asian Games.

Ditanya mengenai luas lahan, Eko menjelaskan lahan yang telah ditanami nanas dan sudah panen seluas 380 ha (Sepucuk dan Cintajaya), 8 ha lahan yang sedang ditanami dan 70 ha akan ditanami.

"Pengolahan lahannya kita masih manual, sedangkan untuk penyemprotan kita lakukan saat tanaman ini akan berbuah," tukasnya.

Baca: Ini Pengakuan Syahrini Pasca Diisukan Jadi Kekasih Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia

Kondisi yang ada saat ini, lanjutnya, budidaya nanas ini alhamdulillah dapat membantu masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani untuk meningkatkan perekonomian mereka.

"Sejak masa tanam hingga panen membutuhkan waktu 14 bulan, dan sekali tanam bisa hingga 8 kali panen, jadi hasilnya lumayan untuk peningkatan ekonomi kita," pungkasnya.

Editor: M. Syah Beni

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dibunuh Pacar di Aceh, Diajak Jalan hingga Pelaku Kabur ke Rumah Ipar

Berita Populer