Kanal

Warga Prabumulih Keluhkan Pembangunan Proyek Drainase

Dua pipa ukuran sedang diduga merupakan pipa PDAM dan pipa kabel tampak di atas drainase yang baru dibangun oleh pemborong pemenang tender. Proyek pembangunan drainase itu sendiri tidak diketahui berasal dari APBD Provinsi atau APBN. - TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Proyek pembangunan drainase di sepanjang jalan jenderal sudirman tepatnya di Kecamatan Cambai kota Prabumulih, mulai dikeluhkan warga dan pemerintah daerah. Pasalnya, pembangunan drainase di sepanjang jalan jenderal sudirman yang diduga merupakan proyek pemerintah provinsi itu tanpa ada koordinasi dengan pemerintah daerah dan terkesan asal-asalan dalam pengerjaan.

Pantauan Tribunsumsel.com di lapangan, pengerjaan proyek pembangunan drainase itu dikeluhkan warga lantaran banyak pipa diduga pipa gas, PDAM atau kabel melintas di dalam drainase tanpa dirapikan. Drainase itu juga diduga dibangun dengan adukan semen yang tidak sesuai lantaran di beberapa titik telah ambruk sebagian diduga akibat terkikis air hujan.

Tidak hanya itu, proyek drainase yang tak diketahui dikerjakan oleh perusahaan apa tersebut tidak ada koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah kota Prabumulih. Selain itu dalam pembangunan drainase itu tidak diketahui dimana titik awal dan dimana plang proyeknya.

"Masa membangun drainase ada pipa didalam drainase, ini asal dikerjakan karena kita yang bukan ahli saja bisa melihat ads pipa di dalam drainase bagaimana kalau hujan dan air mau mengalir menjadi terhambat," ujar Junaidi.

Junaidi menuturkan, dengan pipa di tengah drainase tentu jika ada sampah yang dibawa air akan menyangkut dan hal itu tentu akan membuat air terhambat dan sampah akan menumpuk. "Semestinya pipa itu dipinggirkan atau ditanam dibawah drainase sehingga selain rapi tentu tidak akan menyebabkan sampah menyumbat aliran air," katanya.

Hal yang sama disampaikan Rizki yang mengatakan, pengerjaan proyek drainase tanpa plang nama dan asal kerja tanpa memperhatikan adanya pipa atau selang yang melintas di atasnya.

"Semestinya bekerja itu rapi apalagi ini kan jalan negara dan pipa yang ada di atas drainase itu punya negara semestinya dikerjakan dengan sebaik mungkin, masa di tengah drainase ada pipa, bagaimana air mau melintas," ujarnya.

Rizki berharap pemerintah setempat melakukan pengawasan yang ketat sehingga pembangunan tidak hanya pembangunan berasal dari APBD, namun juga dari APBD Provinsi maupun APBN akan bagus. "Kadang pemerintah kita kalau sudah mendengar proyek APBN Provinsi atau APBN sudsh tidak berani memeriksa atau berkoordinasi sehingga efeknya bermasalah dan masyarakat selaku pengguna dirugikan," katanya berharap pemerintah mengawasi.

Terpisah, Kapala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemkot Prabumulih, Ardi Supratman mengaku tidak mengetahui proyek drainase di sepanjang jalan jenderal sudirman kota Prabumulih dikerjakan siapa dan proyek dari mana.

"Saya tidak tahu itu proyek siapa dari mana asal uangnya dan apakan APBN atau Provinsi kita tidak ada koordinasi terkait itu, tidak tau kalau dikerjakan sebelum saya menjabat," ujarnya.

Ardi menegaskan, tidak hanya belum mengetahui apakah ada koordinasi atau tidak, pihaknya juga tidak mengetahui proyek itu ada plang nama atau tidak dan di Prabumulih dikerjakan berapa panjang.

"Plang tidak ada, pemborongnya kita tidak tahu jadi tidak bisa memberikan keterangan jelas, nanti akan kita minta jajaran kita untuk memeriksa," tegasnya kepada wartawan pelan lalu

Penulis: Edison
Editor: Mochamad Krisnariansyah

Video Mesumnya Diputar di Kelas dan Tersebar, Siswi Berprestasi di Karawang Terpaksa Pindah Sekolah

Berita Populer