Kanal

Tim Sarimuda-Rozak Minta KPU Tunda Penetapan Walikota

-

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tim advokasi Sarimuda-Abdul Rozak, meminta KPU Palembang menunda pleno penetapan pemenang walikota terpilih.

Alasan yang dilayangkan tim kuasa hukum Sarimuda, karena adanya surat Bawaslu RI nomor 1182/K.Bawaslu/PM.06.00/VII/2018 tanggal 31 Juli.

Kemudian Surat Bawaslu RI nomor 1197/ K.Bawaslu/PM.06.00/VII/2018 tanggal 2 Agustus.

"Dimana diterangkan penanganan perkara Pilkada Palembang tahun 2018 hal laporan pelanggaran terkait pasal 71 ayat 3 dan pasal 73 ayat 1 undang-undang nomor 10 tahun 2016, sedang dalam proses dan ditindaklanjuti di Bawaslu RI," kata tim advokasi Sarimuda-Rozak, Adv Luil Maknun, Mustika Yanto dan Tri Janto, saat mendatangi kantor KPU Palembang, Sabtu (11/8/2018) pagi.

Dijelaskannya, merujuk surat dari Bawaslu tersebut, tim advokasi meminta pejabat atau komisioner KPU Palembang untuk menunda penetapan hasil Pilkada.

"Dalam surat Bawaslu poin 4 diterangkan juga bahwa Bawaslu akan menindaklanjuti laporan tim, melalui mekanisme penanganan pelanggaran sesuai peraturan Bawaslu nomor 14 tahun 2017," kata dia.

Untuk diketahui, Mahkamah Konstitusi dalam putusan sengketa Pilkada Palembang tidak menerima gugatan dari pasangan Sarimuda-Abdul Rozak. Dalam putusan tersebut, MK menerangkan untuk sepenuhnya penetapan dikembalikan kepada KPU Palembang.

Masih dikatakan Mustika, usai putusan tersebut pihaknya mengetahui KPU akan melakukan pleno penetapan pemenang pada Minggu (12/8) pukul 14.00 di Hotel Swarna Dwipa.

Namun tim advokasi tetap berihwal, penetapan harus ditunda mengingat Bawaslu akan melakukan putusan gugatan yang dinilai terstruktur, sistematis dan masif (TSM) dalam waktu satu minggu kedepan.

"Secara tegas kami minta KPU menunda, tunggu hasil dari Bawaslu terlebih dahulu," katanya.

Sementara, informasi yang didapat dari petugas KPU, surat dari Bawaslu RI telah diterima KPU Palembang. Dan akan dilakukan rapat mengenai permasalahan surat tersebut.

Editor: Muhamad Edward

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer