Kanal

Pasukan Merah Putih Beranggotakan Para Narapidana Membuat Toliet Umum Bagi Warga Desa Ini

Kepala Rutan Baturaja, Herdianto saat meletakan batu pertama pada kegiatan membangun tempat buang air atau wc umum di kawasan Jalan Kemiling, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, OKU - Tribun Sumsel/ Retno Wirawijaya

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA – Rutan Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) membentuk pasukan merah putih beberapa waktu lalu.

Pasukan merah putih itu, berkarya untuk melaksanakan pengabdian kemasyarakat. Salah satu bukti nyata kerja, bersama-sama membangun tempat buang air umum di kawasan Jalan Kemiling, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur.

Kepala Rutan Baturaja, Herdianto, Senin (6/8) menjelasakan mereka bekerja sama dengan Cabang Rutan Martapura Kab OKU Timur dan Cabang Muaradua, Kab OKU Selatan.

Baca: Tahun Ini Handpone Sudah Bisa Digunakan Warga 5 Desa di Muratara

Pihaknya bekerja sama menurunkan anggota merah putih bentukan rutan masing-masing untuk terjun langsung ke masyarakat.

“Satu diantaranya dengan cara membuat tempat buang air besar atau wc umum ini,” kata Karutan kepada wartawan.

Ia menambahkan, dilaksanakannya bakti sosial warga binaan yang telah diseleksi dengan baik sehingga terbentuk pasukan merah putih tersebut, agar ke depan, warga binaan yang telah bebas dapat kembali diterima oleh masyarakat luas.

Baca: Dapat Uang Ganti Rugi Rp 30 Miliar, Bakal Digunakan Fahri Hamzah Untuk Perbaiki PKS

“Jika dulu ada warga binaan yang telah selesai masa hukumannya dan bebas, kebanyakan masyarakat enggan menerima warga binaan tersebut. Sehingga besar kemungkinan warga binaan tersebut akan kembali masuk rutan lagi. Karena merasa dikucilkan, serta warga enggan untuk mengajaknya kembali bekerja, membuat warga binaan berfikir yang cendrung lebih enak masuk rutan lagi daripada bebas tapi tidak ada teman,”kata Herdianto.

Di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan toilet umum tersebut Karutan Baturaja, Herdianto mengucapkan terima kasih kepada Kapala Desa (Kades) Tanjung Baru, RT dan warga desa setempat yang telah membantu kegiatan tersebut hingga dapat berjalan dengan lancar.

“Karena tidak ada satupun di dunia ini sesorang sengaja melakukan pelanggaran hukum. Ketika warga negara melakukan pidana, negara berwenang menjatuhkan punishment (hukuman), namun ketika mereka menjadi sadar dan mau bertaubat, Negarapun berkewajiban memberikan maaf dan reward kepada nya,”katanya.

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Wawan Perdana

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer