Kanal

Lihat Fasilitas Sekolah Binaan Djarum Foundation ini, Bikin Siswa Betah Belajar di Sana

Salah satu ruang kelas di SMK RUS Kudus seperti layaknya sekolah playgroup, bikin betah. - TRIBUNSUMSEL.COM

TRIBUNSUMSEL.COM, KUDUS -- SEKOLAH Menengah Kejuruan (SMK) rasa taman bermain anak (playgroup), itulah yang dirasakan saat menginjakkan kaki di SMK Raden Umar Said (RUS) yang ada di Jalan Sukun Raya No 9, Besito, Gebog, Kudus, Rabu (11/7/2018).

Biasanya sekolah yang sering dilihat adalah sekolah dengan bangku sekolah menghadap ke meja guru, tersusun rapi dan terlihat kaku, tidak dengan SMK RUS Kudus. Di SMK yang mendapatkan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Djarum lewat programnya Djarum Foundation bidang pendidikan terlihat beda, furniture yang digunakan dibuat semenarik mungkin dengan menciptakan ruangan dalam bentuk tribun di sebuah stadion, bioskop, tempat bermain dan sebagainya. Ini sesuai dengan konsep masing-masing jurusan yang ada di sekolah tersebut.

Fasilitas yang ada di dalamnya di antaranya ruang produksi, ruang audio untuk dubbing, colouring, digital drawing, ruang pameran, ruang praktek, ruang gambar manual, ruang kelas inovasi dan lain sebagainya.
Head Master SMK Rus Kudus, Faruddudin mengatakan, salah satu jurusan yang menonjol di sekolah tersebut adalah animasi.

Farid menjelaskan saat ini kelas jurusan animasi diisi oleh 3 kelas yang masing-masing diisi oleh 36 siswa. Yang membedakan SMK RUS dengan sekolah lainnya adalah cara pembelajarannya. Dibuat desain ruangan semenarik mungkin agar menjadi tempat inspirasi bagi siswa.

Suasana di lobi SMK RUS Kudus (TRIBUNSUMSEL.COM)

 “Dibuat seperti modern class karena kita menerapkan pembelajaran non classical. Presentasi, ceramah itu sudah kami kurangi. Jadi pembelajaran dibuat ala playgrup,” katanya.

Ia melanjutkan dengan desain tersebut para siswa bisa duduk dimana mereka sukai dengan tujuan untuk menelaah materi pembelajaran. “Guru tidak harus menerangkan tetapi menyerahkan ke siswa, silahkan ini dikaji sendiri, didiskusikan bersama teman-teman dengan cara duduk bebas, guru hanya jadi fasilitator saja bukan sebagai instruktur,” jelasnya.

Farid menerangkan dengan kelas yang menarik seperti tempat bermain maka siswa akan menikmati. Saat siswa itu betah, maka guru akan mudah menyampaikan ilmu dan siswa akan mencari inspirasi. “Ada juga ruang game, ruang Fitness untuk refreshing,” ungkapnya.

Soal prestasi, ungkap Farid pihaknya tidak begitu mengejar prestasi namun lebih mementingkan portofolio. Dengan portofolio, lanjut Farid maka siswa bisa menunjukkan bahwa mereka ada ke halaman. “Yang jelas dalam portopolio mereka bisa menyampaikan bahwa mereka pernah ikut mengerjakan film anak-anak, salah satunya film Alvin,” jelasnya.(wet)

Penulis: Weni Wahyuny
Editor: Lisma

Pengakuan dan Kronologi Pembunuhan PSK di Sunan Kuning Semarang, Berawal dari Kencan Sebelumnya

Berita Populer