Tinju

Deontay Wilder tak Sungkan Habisi Nyawa Lawannya di Ring, Alasan Petinju Kelas Berat ini Mengerikan

Deontay Wilder tak Sungkan Habisi Nyawa Lawannya di Ring, Alasan Petinju Kelas Berat ini Mengerikan

Deontay Wilder tak Sungkan Habisi Nyawa Lawannya di Ring, Alasan Petinju Kelas Berat ini Mengerikan
TWITTER.COM/SHOWTIMEBOXING
Momen saat Deontay Wilder (kanan) menjatuhkan Tyson Fury (kiri) dalam pertarungan tinju yang digelar di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat, Sabtu (1/12/2018) malam waktu setempat. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Petinju kelas berat Amerika Serikat, Deontay Wilder, melakukan pembelaan diri usai mengatakan bahwa dia berpeluang menghabisi nyawa lawannya di atas ring.

Wilder, 33 tahun, mengeluarkan pernyataan kontroversial itu jelang pertarungan menghadapi rekan senegaranya, Dominic Breazeale, untuk mempertahankan gelar juara WBC.

Pertarungan itu sendiri rencananya diselenggarakan di Barclays Center, New York, Amerika Serikat, Sabtu (18/5/2019) mendatang.

Ini adalah pertarungan pertama Wilder sejak ia melawan Tyson Fury (Inggris) di Staples Center, AS, yang berakhir dengan hasil imbang (draw).

TV Online Inews TV (Video) Link Live Streaming Persija vs Shan United di Piala AFC 2019, Malam ini

Video Link Live Streaming (TV Online Indosiar) PSS Sleman vs Arema di Shopee Liga 1 Indonesia, Malam

Wilder (Kiri)
Wilder (Kiri) (Instagram bronzebomber)

"Ini adalah satu-satunya olahraga di mana Anda bisa membunuh seseorang dan mendapatkan bayaran karena hal tersebut dalam waktu yang sama. Ini legal," kata Wilder beberapa waktu lalu.

Sebenarnya ini bukan kali pertama Wilder berucap tentang "menghabisi nyawa lawan".

Pada Maret 2018, petinju kelas berat Inggris, Tony Bellew, sampai menyebut Wilder sebagai "seorang idiot yang memalukan dan tak masuk akal".

Pada awal tahun ini, Wilder mengatakan kepada Breazeale untuk mempersiapkan pemakaman.

Menurut promotor Eddie Hearn, pernyataan seperti itu dinilai buruk untuk olahraga.

Terkait komentar kontroversialnya, Wilder merasa tidak ada yang salah dan tak perlu diperdebatkan.

"Ini adalah olahraga yang brutal. Kami tidak meminta untuk saling memukul, tetapi kami tetap melakukannya. Anda dapat bertanya kepada dokter di seluruh dunia, bahwa kepala itu seharusnya tidak dipukul," ucap Wilder.

"Jadi, ini adalah satu-satunya olahraga di mana Anda dapat membunuh seorang pria, dan mendapatkan bayaran untuk itu.

Itu jelas sah. Jadi, mengapa saya tak menggunakan hal saya untuk melakukannya?"

Breazeale sendiri sudah menjalani 21 pertarungan dengan catatan 18 menang knockout dan dua melalui keputusan juri.

Satu-satunya kekalahan Breazeale terjadi saat menghadapi Anthony Joshua (Inggris) pada 25 Juni 2016. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berani Habisi Nyawa Lawan, Petinju Deontay Wilder Beberkan Alasannya

Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved