Pemilu 2019

Pengalaman Pertama Bruno Casimir Ikut Pemilu di Indonesia, Ini Perbedaannya dengan Kamerun

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemain naturalisasi asal Kamerun Bruno Casimir untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam Pemilu Indonesia

Pengalaman Pertama Bruno Casimir Ikut Pemilu di Indonesia, Ini Perbedaannya dengan Kamerun
Istimewa
Pemain naturalisasi asal Kamerun Bruno Casimir untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Legislatif (Pileg) Indonesia, Rabu (17/4/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemain naturalisasi asal Kamerun Bruno Casimir untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Legislatif (Pileg) Indonesia, Rabu (17/4/2019).

Ia sangat senang dapat ikut memberikan suara di Pemilu ini setelah dirinya dinaturalisasi.

Ada 5 lembar surat suara yang dicoblos, dari Pilpres, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Bruno mengaku sama sekali tak merasa kesulitan karena ada sang istri yang menemani.

“Nggak bingung, ada istri kasih saya tahu semuanya,” katanya saat ditemui usai latihan di Stadion Atletik JSC Palembang, Kamis (18/4/2019).

Banyak Masalah di TPS, Tim Prabowo Mengaku Sangat Dirugikan dan Minta KPU Sumsel Beri Penjelasan

Bruno yang mendapatkan kesempatan ikut Pemilu di Tangerang, Banten ini mengaku tak butuh waktu lama untuk mencoblos surat suara di bilik suara.

“Paling (habiskan waktu) dua menit,” jelas bek Sriwijaya FC ini.

Pilpres maupun Pileg di Indonesia, sambung Bruno tentu berbeda dari negara asalnya Kamerun.

Ia menyebutkan di negaranya pemilihan presiden dilakukan tersendiri, tidak bersamaan dengan pemilihan calon legislatif.

“Surat pilihnya beda. Harus pilih sendiri. Semua kandidat punya surat masing-masing, jadi tidak coblos,” terangnya.

Bruno mengatakan sangat antusias mengikuti Pilpres dan Pileg di Indonesia.

Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi Ceritakan Suasana Pilpres di Solo, Warga Antusias Seperti Lebaran

Ia senang sebagai Warga Negara Indonesia dan menggunakan hak pilihnya.

“Itu normal (pertarungan yang sengit) namanya juga demokrasi, kan nanti KPU sendiri yang tentukan hasil resminya. Jadi bagi saya itu normal,” ujarnya.

Siapapun yang akan menjadi kepala negara, Bruno berharap presiden dapat melanjutkan negara Indonesia lebih tenang.

“Selain itu juga bangun infrastruktur dan jaga nama Indonesia di luar negeri, itu saja,” tukasnya.

Penulis: Weni Wahyuny
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved