Kakek 71 Tahun di Palembang Ini Ngeyel Tetap Jadi Petugas KPPS, Padahal Dimarahi Anak Perempuannya

Sukardi (71) terlihat mondar-mandir dan sibuk mengambil surat suara, membentangkannya untuk dihitung. Umurnya sudah 71 tahun.

Kakek 71 Tahun di Palembang Ini Ngeyel Tetap Jadi Petugas KPPS, Padahal Dimarahi Anak Perempuannya
HARTATI/TRIBUNSUMSEL.COM
Sukardi, petugas KPPS yang berusia 71 tahun sedang dipijit. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Hartati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sukardi (71) terlihat mondar-mandir dan sibuk mengambil surat suara, membentangkannya untuk dihitung.

Usianya yang berkepala tujuh tidak membuat semangatnya kendor menjalankan tugas yang harus diembannya.

Sesekali usai menjalankan tugasnya dia langsung mengambil kursi dan duduk karena punggung dan punggungnya sakit usai berdiri lama.

"Sudah tiga kali pemilihan saya jadi petugas KPPS karena ditunjuk jadi dengan senang hati saya jalankan," ujarnya, Rabu (17/4/2019).

Kardi bercerita sebenarnya dia tidak diperbolehkan anak perempuannya ikut menjadi petugas Kpps karena alasan usia.

Di rumah juga dia tidak diizinkan bekerja keras dan disuruh istirahat bermain dengan cucu saja.

Tapi karena terbiasa bekerja keras dan juga pensiunan pegawai Bandara dia sudah terbiasa bekerja sehingga badannya akan sakit dan pegal kalau hanya duduk diam saja di rumah.

Di rumah kesehariannya, kakek ini tetap saja berkebun, berdagang manisan dan berkeliking menjual gas LPG.

"Kalau anak saya tahu dia marah dan ngomel saya ikut ini, ngomel karena niatnya baik agar saya tidak capek," pungkasnya.

Sukardi tengah istirahat dan minta pijat mengeluh sakit pinggang dan punggung karena terlalu lama berdiri menghitung perolehan suara di TPS 16 Komplek TNI AU Sri Mulyono Herlambang Kecamatan Sukarami Kelurahan Talang Betutu, Rabu (17/4/2019).

Penulis: Hartati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved