BPJS Kesehatan Palembang Klaim Sudah Bayar Hutang Rp 266 Miliar

BPJS Kesehatan Palembang mengklaim telah membayar hutang kepada rumah sakit yang ada dibawah cabang Palembang sebesar Rp 266. 956.816.805.

BPJS Kesehatan Palembang Klaim Sudah Bayar Hutang Rp 266 Miliar
BPJS Kesehatan
Lowongan Kerja BPJS Kesehatan terbaru 2019 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG - BPJS Kesehatan Palembang mengklaim telah membayar hutang kepada rumah sakit yang ada dibawah cabang Palembang sebesar Rp 266. 956.816.805.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Andi Ashar mengatakan secara nasional, BPJS Kesehatan telah mengelontorkan dana sebesar Rp 11 Triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit.

Diluar itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 Triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

"Untuk kantor cabang Palembang kita membayar sebesar Rp 266.956.816.805,- pada tanggal 02 hingga 16 April 2019," ujarnya disela acara konperensi pers, Selasa (16/4/2019) di kantor cabang BPJS Kesehatan Palembang.

Khusus di wilayah kerja Kantor Cabang Palembang terdapat 427 FKTP dan 57 FKRTL yang telah dibayarkan dana non kapitasi, tagihan klaimnya serta pembayaran pajak DJS oleh BPJS Kesehatan setempat.

Ia mengatakan dari lima kabupaten yang berada dibawah naungan KC Palembang yakni Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, OKI dan Ogan Ilir,klaim Palembanglah yang paling besar.

"Palembang paling besar karena jumlah rumah sakit besar dan juga penduduknya banyak," ujarnya.

"Sampai hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu. Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan," katanya.

Menurut Andi, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

Kabid Penagihan dan Keuangan, Eka Natalina mengatakan dari Rp 266 milar klaim yang paling besar memang untuk kota Palembang.

"Untuk di Palembang paling besar klaim itu RSMH sebesar Rp 42 miliar dan ini sudah kita bayarkan untuk klaim bulan Febuari," ujarnya.

Namun sebanyal Rp 3,5 miliar lagi masih terhitung hutang untuk KC Palembang karena hitungan yang data susulan.

Ia mengatakan klaim ini dibayar kepada rumah sakit yang cepat mengajukan proses administrasi klaimnya. "Kita bayar klaim ini sesuai prosedur Rumah sakit yang cepat mengurusnya. Proses pembayaran klaim itu 10 sampai 15 hari setelah data kita terima," tegas dia.

Karena itu, ia menghimbau agar rumah sakit lebih cepat dan tertib untuk proses pengajuan klaim kepada BPJS Kesehatan.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved