66 Ketua Pokjar Hadiri Rapat Bersama Universitas Terbuka Palembang di Hotel Swarna Dwipa

Sebanyak 66 Ketua Pengelola Kelompok Belajar (Pokjar) Universitas Terbuka (UT) Palembang hadir di kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2019

66 Ketua Pokjar Hadiri Rapat Bersama Universitas Terbuka Palembang di Hotel Swarna Dwipa
ISTIMEWA
Suasana saat kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2019 yang diselenggarakan pada Kamis (11/4/2019) dan Jumat (12/4/2019) lalu di Hotel Swarna Dwipa. (Foto: ist) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sebanyak 66 Ketua Pengelola Kelompok Belajar (Pokjar) Universitas Terbuka (UT) Palembang hadir di kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2019 yang diselenggarakan pada Kamis (11/4/2019) dan Jumat (12/4/2019) lalu di Hotel Swarna Dwipa.

Kegiatan rapat ini mengangkat tema "Menjaga Kewibawaaan Akademik Melalui Pelayan Publik", Direktur Universitas Terbuka (UT) Palembang, Dr Meita Istianda SIP MSi mengatakan tujuan dari kegiatan rapat ini untuk mendapatkan solusi kedepan dalam meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa Universitas Terbuka.

"Tema menjaga kewibawaan akademik ini juga salah satu elemennya adalah pelayanan dari mitra, pengurus pokjar itu kan mitra dari UT, mereka itu garda terdepan dalam berhubungan dengan mahasiswa yang ada di pelosok-pelosok. Mereka juga harus paham tentang konsep pelayanan publik yang baik," katanya saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com melalui saluran telepon, Minggu (14/4/2019).

Dia juga mengatakan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pelayanan publik ini, pihaknya juga mengundang Ketua Komisi Ombudsman RI, Prof Amzulian Rifai SH LLM PhD, saat rapat Amzulian mengatakan bahwa pelayanan publik menentukan kualitas suatu organisasi/lembaga.

"Kenapa mengundang beliau karena beliau yang paham bagaimana sebuah pemerintahan itu bisa memberikan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan sehingga diharapakan dengan mengetahui itu akan terhindar praktik maladministrasi; misal pelanggaran-pelanggaran dalam memberikan pelayanan publik, contohnya melakukan pungutan liar. Nah, kami gak mau terjadi kepada mitra kami makanya diadakanlah rapat ini," jelasnya.

Dia juga mengatakan, saat rapat Amzulian menyampaikan untuk mengindari hal tersebut ketika menjadi mitra, tidak sekonyong-konyong kemudian menjadi mitra. "Pasti ada kriteria artinya dia itu mendapat kepercayaan, ya dia harus menjaga kepercayaan itu di mata masyarakat supaya punya kinerja yang bagus harus berkerja bermartabat harus bekerja dengan sepenuh hati dan mencintai pekerjaannya," ujar Meita menyampaikan apa yang disampaikan Amzulian saat rapat.

"Saya juga berharap, mereka (para Pokjar UT Palembang) bisa memberikan peningkatan pelayan publik untuk mahasiswa Universitas Terbuka Palembang dengan mengindahkan peraturan-peraturan yang sudah disepakati bersama," tutupnya. (Elm/adv)

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved