Wakil Walikota Palembang: Segera Urus Masalah Kemiskinan, Jangan Rapat Rapat rapat Saja

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda meminta kepada semua stakeholder terkait untuk segera mengatasi masalah kemiskinan

Wakil Walikota Palembang: Segera Urus Masalah Kemiskinan, Jangan Rapat Rapat rapat Saja
SRI HIDAYATUN/TRIBUNSUMSEL.COM
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG- Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda meminta kepada semua stakeholder terkait untuk segera mengatasi masalah kemiskinan yang ada di kota Palembang.

Menurut, semuanya harus action langsung dalam mengatasi permasalahan ini.

"Saya minta jangan lama di rapat,rapat dan rapat saja. Tapi harus segera action,action dan actionnya juga. Percuma rapat kalau tidak ada actionnya," ujarnya usai rapat koordinasi penangulangam kemiskinan daerah kota Palembang di Kantor Bappeda Litbang Kota Palembang, Senin (15/4/2019).

Katanya, semua stakeholder harus berperan serta dalam mengatasi pengentasan kemiskinan ini sesuai visi misi Palembang Emas Darussalam 2023.

Lanjut Finda, penangulangan kemiskinan kota Palembang menjadi salah satu fokus utama dari RPJMD Kota Palembang 2018-2023 di masa kepemimpinan Walikota Palembang, Harnojoyo dan Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda.

"Saat ini sudah terjadi penurunan kemiskinan di Palembang, namun penurunannya masih dalam grafik yang lambat. Target kedepannya penurunan jumlah kemiskinan dapat terjadi signifikan dan lebih baik lagi," ujarnya.

Ia berharap target satu digit ditahun depan bisa tercapai.

Kepala Bappeda Litbang Kota Palembang, Harrey Hadi mengaku perlu peran dan kerjasama yang sangat penting dari seluruh OPD untuk menangulangi masalah kemiskinan ini.

Menurut Harey, angka kemiskinan palembang saat ini sudah cukup baik, karena turun jauh jika dibandingkan pada 2013 lalu. Dimana angka kemiskinan pada 5 tahun lalu sempat mencapai 250 ribu jiwa, sementara saat ini sudah 179 ribu jiwa.

"Dari tahun lalu angka kemiskinan kita juga turun, dari 2017 di level 11, 40 persen menjadi 10, 95 persen di 2018, dan target kita pada 2019 ini bisa di bawah 10 persen atau 1 digit," ujarnya.

Untuk daerahnya, kata Harrey daerah Seberang Ulu seperti Jakabaring, Kertapati, Plaju, SU 1 dan SU II masih menjadi penyumbang angka kemiskinan yang cukup tinggi.

"Karena itu kita berupaya penaganan kemiskinan ini dapat segera diselesaikan dengan target satu digit," tegasnya.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved