Berita Lahat

13 Anak di Lahat Terjerat Kasus Narkoba, Ada Pemakai dan Sebagian Jadi Kurir

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT-Peredaran Narkoba benar benar dahsyat, sampai menyentuh anak-anak.

13 Anak di Lahat Terjerat Kasus Narkoba, Ada Pemakai dan Sebagian Jadi Kurir
Grafis Tribun Lampung/Dodi Kurniawan
ilustrasi narkoba 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT-Peredaran Narkoba benar benar dahsyat, sampai menyentuh anak-anak.

Satresnarkorba Polres Lahat mencatat sejak tahun 2018 hingga awal April 2019 ada 13 anak terjerat narkoba.

Upaya pemberantasan terus dilakukan Polres lahat baik sosialisasi pencegahan maupun penindakkan.

Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap S.Ik melalui Kasat Narkoba Polrea Lahat AKP Bobby Eltariq mengungkapkan, fenomena anak terlibat narkoba cukup miris.

Apalagi anak-anak dan pelajar merupakan calon pemimpin masa depan.

Gubernur Herman Deru Pastikan Pembangunan Jembatan Musi 6 Palembang Selesai Tahun 2020

"Kita harapkan jeme Lahat bersih narkoba. Termasuk bagi anak- anak dan pelajar," ungkap Bobby Eltariq, Minggu (14/4/2019)

Lanjutnya terkait fenomena ini, memang perlu perhatian seluruh elemen, mulai dari keluarga, lingkungan dan politik pemerintahan.

Politik dan pemerintahan ini termasuk sistem aturan dan lainnya.

"Selain itu bagi pelaku dewasa yang melibatkan anak-anak terjerat narkoba bisa dijerat UU Narkoba dan Perlindungan Anak," tegasnya.

Dirincikannya bahwa tahun 2018 lalu, tercatat ada 11 anak yang terlibat narkoba.
Tujuh diantaranya pelajar dan empat diantaranya putus sekolah.

Dari 11 anak- anak tersebut, delapan laki- laki dan perempuan.

Lihat Kesiapan Pengamanaan TPS di Polda, Herman Deru Makin Pede Sumsel Pertahankan Zero Konflik

Lalu ditahun 2019, terakhir dua anak- anak terlibat narkoba. Satunya pelajar dan satunya putus sekolah.

"Selain pemakai, tersangka ini juga ada yang kurir bahkan mulai mengarah ke penjualan barang haram tersebut," sesalnya.

Sementara salah satu tersangka anak dibawah umur Ft (16) yang ditangkap beberapa hari lalu mengaku hanya disuruh menjual narkoba jenis sabu dengan upah Rp50ribu.

"Kalau make juga pernah tapi sekarang la berenti," ungkapnya. (SP/ Ehdi Amin)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved