Berita Palembang: Sekolah Dasar Tak Boleh Uji Baca Tulis dan Hitung Untuk Terima Murid Baru

Ditegaskan oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang, Sekolah Dasar (SD) tidak diperbolehkan melakukan pengetesan baca, tulis, dan hitung (calistung)

Berita Palembang: Sekolah Dasar Tak Boleh Uji Baca Tulis dan Hitung Untuk Terima Murid Baru
TRIBUNSUMSEL.COM/M A FAJRI
Ilustrasi. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ditegaskan oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang, Sekolah Dasar (SD) tidak diperbolehkan melakukan pengetesan baca, tulis, dan hitung (calistung) pada proses penerimaaan siswa baru tahun ajaran 2019-2020.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan bahwa proses penerimaan siswa baru tingkat SD tidak boleh memasukan tes calistung sebagai standar penerimaannya.

“Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) harus menggunakan skema zonasi sebagai persyaratan masuk SD. Hal ini tertuang dalam Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB, bahwa selain jarak rumah. Melalui sistem zonasi, maka bisa diketahui jumlah anak yang masuk disetiap jenjang satuan pendidikan di suatu kecamatan," jelasnya kepada Tribunsumsel.com, Sabtu (13/4/2019).

Dia juga mengatakan persyaratan usia merupakan satu-satunya syarat calon peserta didik kelas 1 SD, yakni harus berusia tujuh tahun atau paling rendah enam tahun pada 1 Juli tahun berjalan.

Calon siswa SD yang sebelumnya sudah mengenyam pendidikan di taman kanak-kanak (TK) atau pendidikan anak usia dini (PAUD) mungkin tidak akan kesulitan. Selain bermain, lembaga TK dan PAUD juga mengajarkan anak-anak untuk mengenal huruf dan angka.

"Namun, calon siswa SD yang tidak mengenyam pendidikan di TK atau PAUD tentu akan kesulitan untuk masuk SD jika standar penerimaannya didasarkan pada tes calistung. Selain itu, lembaga SD memang tidak boleh melakukan tes calistung dalam proses penerimaan siswa barunya," katanya.

Maka dari itu, dia menambahkan kalau ada SD yang mewajibkan tes calistung itu salah kecuali untuk dari kategori umur. Sebab, umur ditentukan tingkat kematangan psikologi anak.

“Tidak ada tes untuk masuk SD, kalau usia sudah cukup, guru diwajibkan untuk menerima siswa tersebut. Kalau ada sekolah yang menerapkan tes calistung akan kami tindak tegas, karena hal tersebut tidak diperbolehkan,” katanya.

Zulinto juga mengatakan kalau SD itu fokusnya pada pendidikan karakter. Pembiasaan, dan nanti akan jadi karakter serta berlanjut pada budaya.

"Mengapa pendidikan karakter yang diutamakan karena nanti mereka terbiasa budaya antri, disiplin, kerja ekstra, jujur, dan kemandirian," tutupnya. (Elm)

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved