Berita Lubuklinggau

Lubuklinggau Dapat Bantuan Perbaikan 178 Rumah, Fokus di Kelurahan Linggau Ulu dan Jawa Kanan SS

Tahun 2019 ini Pemerintah Kota Lubuklinggau mendapat bantuan untuk perbaikan 178 rumah tidak layak huni (rutilahu)

Lubuklinggau Dapat Bantuan Perbaikan 178 Rumah, Fokus di Kelurahan Linggau Ulu dan Jawa Kanan SS
SRI HIDAYATUN/TRIBUNSUMSEL.COM
Ilustrasi bedah rumah 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Tahun 2019 ini Pemerintah Kota Lubuklinggau mendapat bantuan untuk perbaikan 178 rumah tidak layak huni (rutilahu) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2018 lalu.

Tahun lalu Pemkot Lubuklinggau mendapat jatah 432 unit yang tersebar di delapan kecamatan.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Lubuklinggau, Emra Endi mengatakan akan segera mendata penerima manfaat rutilahu tersebut.

"Untuk siapa-siapa dan dimana kita belum tahu, karena baru akan dilakukan pendataan, tapi harapan kita menginginkan sesegera mungkin," kata Emra pada wartawan, Jumat (12/4/2019).

Tol Muaraenim-Indralaya dan Muaraenim-Lubuklinggau Segera Dibangun, Ground Breaking Dimulai

Mencuri Ruko di Palembang untuk Bantu Biaya Operasi Bapaknya, Hendra Ditembak Polisi

Namun, meskipun baru akan melakukan pendataan, pihaknya menginginkan supaya program rutilahu tersebut dapat difokuskan untuk kawasan kumuh wilayah Kelurahan Linggau Ulu dan Jawa Kanan SS.

"Karena disana masih banyak warga yang miskin. Selain itu kita juga akan membaginya merata sesuai dengan pengajuan dari masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan dan layak," terangnya.

Emra menyebutkan, jumlah anggaran untuk satu rumah tahun ini mengalami kenaikan, sebelumnya anggaran untuk satu rumah hanya Rp 15 juta, kini meningkat menjadi Rp 17,5 juta.

Syarat untuk mengajukan penerima program ini tidak sulit. Masyarakat yang benar-benar tidak mampu bisa mengajukan langsung ke Dinas Perkim dengan menyertakan surat keterangan kepemilikan tanah.

"Syaratnya harus tanah sendiri bukan tanah milik orang lain. Bila tidak ada sertifikat, minimal dibuktikan dengan surat keterangan kalau tanahnya milik sendiri," terangnya.

Keluarga Tunjukkan Bukti Foto Audrey Alami Luka Bekas Penganiayaan, Kondisi Kakinya Jadi Sorotan

Ini Tiga Calon Pemenang Sayembara Desain Jersey Sriwijaya FC, Motif Songket Tetap Melekat

Kemudian syarat selanjutnya, masalah keamanan yang mencakup seperti dinding rumah penerima perbaikan, contohnya rumahnya terbuat dari bambu atau kayu yang sudah lapuk.

"Kemudian pencahayaan rumah meliputi penerangannya sehari-hari, dan terakhir yakni masalah sanitasi lingkungan yang meliputi Masak Cuci Kakus (MCK) yang tidak layak," paparnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved