Rekonstruksi Adik Bunuh Kakak di Lubuklinggau: Iyon Kesal Melihat Ibunya Ingin Dipukul Pakai Batu

Polres Lubuklinggau Utara melakukan rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan oleh Sastra Efendi (22) kepada kakak tirinya A Nasution (30),

Rekonstruksi Adik Bunuh Kakak di Lubuklinggau: Iyon Kesal Melihat Ibunya Ingin Dipukul Pakai Batu
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
Tersangka Fendi saat menindih badan Iyon sembari memukulnya menggunakan kayu dan batu, Kamis (11/4/2019). 

Kemudian Fendi masuk dan melihat
melihat ibunya ingin dipukul Iyon menggunakan batu langsung keluar mengambil kayu bekas didepan rumahnya. Dan kembali masuk memukul kepala belakang Iyon hingga membuatnya jatuh tertelungkup.

Batu yang diepagang Iyon pun lepas, kemudian Fendi langsung duduk dipunggung Iyon sembari mengambil batu dan memukulnya berulang-ulang. Kemudian ibunya mencoba memisah sembari mengatakan mati nak.

Iyon sempat ingin berdiri, namun Fendi yang terlampau kesal terus memukulnya sampai tidak bergerak. Ibunya hanya bisa tersandar lesu di dinding melihat Fendi terus memukul Iyon sampai tidak bergerak.

Ibunya pun menangis sembari mengajak Fendi membalikkan badan kakaknya itu. Kemudian Pendi bersama ibunya sempat memegang badan Iyon secara bersama-sama. Namun, Iyon sudah tidak bergerak lagi.

Kemudian Fendi panik dan menanyakan nasibnya pada ibunya. Ibunya pun menyarankan agar Fendi menyerah kepada polisi. Kemudian ia mandi dan membantu membersihkan darah di lantai.

Setelah bersih Fendi keluar duduk didepan pintu rumahnya. Tidak lama berselang warga setempat berkumpul untuk melihat apa yang terjadi.

Kapolsek Lubuklinggau Utara, AKP Harison Manik usai rekonstruksi
mengatakan, rekonstruksi yang mereka lakukan untuk mengetahui dan mencocokkan keterangan pelaku dengan para saksi-saksi.

"Hasilnya ternyata sesuai, ini supaya membuat lebih terang lagi tindak pidana yang dilakukan tersangka," ungkap Harison pada wartawan.

Menurut Harison, berdasarkan hasil rekonstruksi jelas bahwa tersangka melakukan perbuatannya karena tidak tega melihat ibunya dimarahi oleh korban dan sering memeras minta uang.

"Jadi tersangka ini kesal melihat ibunya dimarah-marahi pelaku sembari diancam ingin dipukul pakai batu gilingan," terangnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved