Berita Banyuasin

Kadiskominfo Banyuasin Pemateri Smart City untuk Rakyat di Acara Forsakada Lubuklinggau

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Banyuasin, Erwin Ibrahim memaparkan program "smart city untuk rakyat".

Kadiskominfo Banyuasin Pemateri Smart City untuk Rakyat di Acara Forsakada Lubuklinggau
Istimewa
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Banyuasin, Erwin Ibrahim memaparkan program "smart city untuk rakyat" di Lubuklinggau, Rabu (10/4/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN-Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Banyuasin, Erwin Ibrahim memaparkan program "smart city untuk rakyat".

Paparan itu disampaikan kepada peserta rapat koordinasi forum staf ahli kepala daerah seluruh indonesia (forsakada) di Kota Lubuk Linggau Sumatera Selatan di Hotel Dewinda, Rabu (10/4/2019).

Sebagai pemateri berkompeten yang sukses wujudkan "Banyuasin Smart City" Erwin mewakili Kabupaten Banyuasin sebagai pembicara pada rakor Forsakada.

Pesertanya seluruh staf ahli kepala daerah dari perwakilan berbagai daerah Indonesia berlangsung meriah dan cukup antusias.

Pada paparannya Erwin yang juga Ketua Asosiasi LPPL Radio-TV Indonesia menjelaskan, Smart City merupakan optimalisasi pelayanan publik, yakni memudahkan dalam memberikan pelayanan dasar yang dibutuhkan masyarakat.

Bawang Makin Melambung di Lubuklinggau, Disdagrin Lubuklinggau Akan Operasi Pasar

Justice For Audrey, 7 Artis Indonesia Support Audrey, Mulai dari Anji Manji Hingga Ifan Seventeen

"Tujuanya mengintegrasikan seluruh aspek kehidupan seperti bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan bidang-bidang lainnya untuk diperoleh masyarakat secara mudah, cepat, akurat, dan murah," ujar Erwin.

Selain itu, Erwin Ibrahim juga menyampaikan bahwa salah satu indikator Teknologi Informatika yang dapat digunakan adalah pelayanan publik berbasis e-ktp berdasar by name, by adress, dan by NIK.

Pada perkembangan teknologi disampaikan, semua informasi yang disampaikan dapat ditelusuri melalui aplikasi, baik dalam hal publikasi informasi maupun telaah kritis terhadap pembangunan yang sedang berjalan, sambungnya.

Di sisi lain, Erwin juga berbagi bahwa pemerintah daerah melalui Staf Ahli dapat mewujudkan program smart city dengan tidak menggunakan anggaran pemerintah, seperti melalui kerjasama dengan stakeholder yang ada.

"Kita dapat memberi kontribusi pada pemerintah melalui program itu, bahkan mungkin dapat menjadi salah satu sumber PAD," ungkapnya. (rel)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved