Bawang Makin Melambung di Lubuklinggau, Disdagrin Lubuklinggau Akan Operasi Pasar

Dua pekan terakhir harga bawang merah dan bawang putih di sejumlah pasar tradisional Kota Lubuklinggau melambung tinggi.

Bawang Makin Melambung di Lubuklinggau, Disdagrin Lubuklinggau Akan Operasi Pasar
Tribun Sumsel/ Edison
Ilustrasi. 

Kepala Disdagrin Kota Lubuklinggau H M Dayat Zaini saat dibincangi Tribunsumsel.com.

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Dua pekan terakhir harga bawang merah dan bawang putih di sejumlah pasar tradisional Kota Lubuklinggau melambung tinggi.

Berdasarkan pantauan dilapangan harga bawang merah yang semula Rp 36 ribu naik menjadi Rp 42 ribu, dan harga bawang putih semula Rp 36 ribu menjadi 40 ribu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagrin) Kota Lubuklinggau, H M Dayat Zaini mengatakan, kenaikan harga bawang merah dan bawang putih di Kota Lubuklinggau karena pasokannya terganggu.

"Penyebabnya mungkin karena pasokan dari luar memang telat. Ditambah sekarang perubahan cuaca yang cukup ekstrem, sehingga bawang banyak busuk," ungkap Dayat saat dibincangi Tribunsumsel.com, Rabu (10/4).

Dayat menyebutkan, bawang merah dan bawang putih di Kota Lubuklinggau banyak di pasok dari Medan. Ia juga memperkirakan dalam waktu dekat sejumlah kebutuhan pokok seperti ayam, telur dan daging akan ikut merangkak naik.

"Sementara beras dan gula kemungkinan masih akan stabil. Alasannya bahan-bahan pokok ini mulai mengalami kenaikan karena mendekati bulan suci Ramadhan," terangnya.

Dayat pun menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kenaikan sejumlah kebutuhan pokok ini. Karena Disdagrin sudah berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk melakukan operasi pasar.

"Sebelum Ramadhan ini kita akan melakukan operasi pasar di tiga pasar yakni Pasar Inpres, Pasar Bukit Sulap dan Pasar Simpang Periuk," ujarnya.

Kebutuhan pokok yang akan dijual dalam operasi pasar tersebut adalah kebutuhan yang mengalami kenaikan signifikan seperti bawang, sementara yang lainnya nanti saat Ramadhan.

"Paling bawang dulu dan gas elpiji 3 Kg. Sedangkan yang lainnya seperti minyak goreng dan tepung serta daging akan dilakukan operasi pasar saat Ramadhan," ungkapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved