Berita Prabumulih

Penjaga Malam Diringkus BNN Prabumulih, Stok Sabu Setiap Bulan untuk Doping Bekerja

Beralasan sebagai doping untuk jaga malam, Eko Febriansyah alias Febri (26 tahun) warga Jalan Bukit Barisan Kelurahan Majasari nekat mengonsumsi sabu

Penjaga Malam Diringkus BNN Prabumulih, Stok Sabu Setiap Bulan untuk Doping Bekerja
Tribun Sumsel/ Edison
Febriansyah alias Febri (26 tahun) warga Jalan Bukit Barisan Kelurahan Majasari nekat mengonsumsi sabu-sabu kini ditahan BNN Prabumulih. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Beralasan sebagai doping untuk jaga malam, Eko Febriansyah alias Febri (26 tahun) warga Jalan Bukit Barisan Kelurahan Majasari nekat mengonsumsi sabu-sabu.

Namun akibat perbuatannya itu, Febri terpaksa diringkus tim berantas Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Prabumulih, Kamis (4/4/2019), sekitar pukul 08.00.

Eko diringkus petugas ketika tengah istirahat di kediamannya.

Dari tangannya diamankan barang bukti berupa 3 paket sabu dengan berat 1,18 gram yang terletak di atas lemari pakaian di dalam kamar.

Menjambret Alasan Biaya Berobat Anak, Pria di Palembang Ini Ditangkap dan Diamuk Massa

Beredar 12 Foto Pelaku Pelecehan dan Penyiksaan Audrey Siswi SMP, Warganet Geram Lihat Pose Pelaku

Berdasarkan pengakuan Febri, ia mendapat sabu dari bandar besar berinisial RN dengan perantara oknum aparat kepolisian berinisial AR.

"Saya beli dari RN dan kenal dengan bandar itu dikenalkan teman yang merupakan anggota yakni AR," ungkap pelaku ketika diwawancarai di kantor BNN kota Prabumulih, Selasa (9/4/2019).

Eko Febriansyah membantah jika dirinya bukan bandar namun hanya pemakai dan ia biasa membeli sabu dalam jumlah banyak untuk keperluan selama satu bulan.

"Saya beli selalu 1 jie atau seharga Rp 1 juta lebih, saya beli banyak untuk dipakai selama sebulan. Saya pakai untuk doping jaga malam di perusahaan," katanya.

Justice For Audrey Jadi Sorotan Dunia, Siswi SMP Disiksa Hingga Alat Vital Memar, Bikin Awkarin Iba

Tahan Imbang Persebaya, Arema FC Berpeluang Raih Juara di Kanjuruhan ini Jadwal Final Piala Presiden

Lebih lanjut pria bujangan itu mengaku bekerja sebagai jaga malam sejak 2016 dan baru pada 2017 memakai sabu.

"Saya pakai tidak tentu, sesukanya, kadang setiap hari kadang tidak," katanya seraya mengaku jika tidak pakai doping sabu maka jaga malam mudah tertidur.

Kepala BNN kota Prabumulih, Ibnu Munzakir mengatakan, penangkapan terhadap pelaku Eko tersebut bermula dari laporan masyarakat dan dilakukan penyelidikan dan diringkusnya pelaku.

"Bandar besarnya inisial RN masih kami kejar dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), bandar itu kita petakan kemungkinan jaringan bandar Baturaja dan Bengkulu," bebernya.

67 Lagu Nella Kharisma Terbaru dan Terpopuler Sepanjang Masa, Download MP3 Lagu Dangdut

5 Pemain Dengan Jumlah Gol Terbanyak Musim Ini, Minus Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo

Ibnu mengaku, saat ini pihaknya terus melakukan perburuan dan pengembangan namun lantaran telah terekspose di media sosial oleh masyarakat membuat pelaku utama dan merupakan bandar menjadi kabur.

"Pelaku sendiri hingga saat ini masih kami lakukan pemeriksaan dan akan dijerat undang-undang narkotika," tegasnya.

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved