Derita Magfur Ditinggal Istrinya Karena TBC, Hidup Sendirian Dekat Kuburan, Tubuhnya Membengkak

Malang dialami Magfur (36) warga Desa Tirtosari, Banyuasin I sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Palembang.

Derita Magfur Ditinggal Istrinya Karena TBC, Hidup Sendirian Dekat Kuburan, Tubuhnya Membengkak
ISTIMEWA
Magfur Ditinggal Keluarganya Karena TBC. Ia tinggal sebatang kara dekat kuburan. 

 TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Malang dialami Magfur (36) warga Desa Tirtosari, Banyuasin I sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Palembang.

Ia harus menjalani hari-hari di sebuah gubuk kayu sederhana berlantaikan tanah, berukuruang 2x3 m seorang diri.

Selain itu, tidak ada aliran listrik yang tersambung di gubuk itu.

Menurut Juni, adik kelas Magfur ketika di Ponpes Riyadhuttolibin, alasan kakak kelasnya tersebut tinggal seorang diri di tempat tersebut karena sudah di tinggalkan keluarganya lantaranan sakit TBC.

"Sudah sekitar 2 tahunan beliau ini tinggal sendirian di tempat itu. Ia ditinggalkan keluarganya mungkin karena takut tertular penyakitnya terus juga sudah lelah mengurusnya karena sudah lama sakitnya gak kunjung sembuh-sembuh" jelasnya.

Karena tak kunjung sembuh dan keterbatasan biaya untuk pengobatan, terpaksa Magfur diasingkan oleh istri serta saudaranya.

"Mertuanya gak mau dia dirumah, mertuanya bahkan pernah bilang bakal bakar rumah kalau dia balik lagi kesana," cerita Juni.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk sehari-hari Magfur hanya mengandalkan kiriman makanan dari saudaranya.

"Tapi saudaranya gak mau diikutin tempat tinggalnya, jadi cuma diantarkan saja makanan kesana untuk dia makan," ungkapnya.

Dikatakan Juni, ia juga pernah diantarkan ke rumah saudaranya yang berlokasi di Aceh, namun sayangnya dikembalikan dengan oleh saudaranya alasan tidak sanggup.

"Akhirnya ya sudah dia tinggal disana seorang diri. Dan kini keadaannya sangat memprihatinkan dengan tubuhnya yang cukup membengkak," jelasnya

Sebelum sakit sepertinsekarang ini, Magfur dulunya sehari- hari bekerja sebagai Dulu pedagang mie ayam di Pal 7 Sebokor Banyuasin.

Penulis: Lusi Faradila
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved