Berita Palembang

Jadikan Narkoba Sebagai Bisnis Keluarga, Firman Pecatan Polisi Palembang Dituntut 17 Tahun Penjara

Pecatan polisi Sumatera Selatan, Firmansyah alias firman (31) langsung tertunduk lesu di hadapan majelis hakim saat mendengar tuntutan

Jadikan Narkoba Sebagai Bisnis Keluarga, Firman Pecatan Polisi Palembang Dituntut 17 Tahun Penjara
TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA
Terdakwa Firmansyah (31) pecatan polisi yang juga bandar sabu menjalani sidang dengan agenda tuntutan jaksa di pengadilan tinggi negeri kelas 1A Palembang, Kamis (4/4/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pecatan polisi Sumatera Selatan, Firmansyah alias firman (31) langsung tertunduk lesu di hadapan majelis hakim saat mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Firman dituntut JPU dengan hukuman 17 tahun penjara dan denda Rp.1 Miliar subsider enam bulan kurungan.

Sidang digelar di pengadilan tinggi kelas 1 A Palembang, Kamis (4/4/2019).

"Terdakwa kami tuntut dengan pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat (1) UU tentang penyalahgunaan narkotika,"ujar JPU Imam SH.

Jaksa menuntut Firman karena telah menjadi bandar 2 kilogram sabu dan 500 pil ekstasi.

"Untuk itu terdakwa harus mempertanggung jawabkan perbuatannya,"ucap dia.

Sebelumnya diketahui, Firman ditangkap oleh Ditres Narkoba Polda Sumsel pada bulan November 2018 lalu.

Firman tidak sendiri, dia ditangkap bersama 3 bandar lain dimana salah satu diantaranya adalah Eni Kusrini (41) yang diketahui adalah ibu mertua Firman.

Dari tangan keempat terdakwa, polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 5 kilogram.

Untuk informasi, Firman dipecat dari jajaran Polda Sumsel karena merusak mobil BNNP Sumsel.

Saat itu petugas terkait tengah melakukan penangkapan Aji yang diketahui merupakan ayah mertua Firman.

Tersangka Aji sendiri saat ini tengah kini mendekam di sel lapas Banyuasin untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Pihak kepolisian juga menyebut bisnis barang haram yang dijalankan Firman adalah bisnis keluarga dan merupakan jaringan bandar sabu lintas provinsi. (cr8).

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved