Walikota Pagaralam Alpian: Kopi Pagaralam Terkanal Sejak Dulu

Kota Pagaralam merupakan salah satu daerah penghasil Kopi terbesar di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Walikota Pagaralam Alpian: Kopi Pagaralam Terkanal Sejak Dulu
SRIWIJAYA POST
SRIVIJAYA COFFEE : Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni saat menerima rombongan Srivijaya Coffee Foundation (SCF) dirumah dinas, Kamis (28/3/2019). 

*SCF Kunjungi Kota Pagaralam

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Kota Pagaralam merupakan salah satu daerah penghasil Kopi terbesar di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Bahkan kopi Pagaralam sudah terkenal sejak dulu baik di Sumsel maupun di Indonesia.

Masih terkenalnya Kopi Pagaralam membuat rombongan Srivijaya Coffee Foundation (SCF) berkunjung ke Kota Pagaralam. Kunjungan rombongan ini diterima langsung oleh Walikota Alpian Maskoni di Rumah Dinas Walikota, Kamis (28/3/2019).

Informasi yang dihimpun sripoku.com, Kamis (28/3/2019) kunjungan SCF ini juga merupakan rangkaian Roadshow yayasan yang fokus pada kegiatan promosi dan pemasaran kopi Sumsel ini yang mengambil tema "Srivijaya Coffee Exploration (SCE) 2019".

Duta Kopi Indonesia, Salama Sri Susanti mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk mengajak semua pihak terkait, untuk sama-sama mengangkat dan mengembalikan nama besar kopi Sumsel sebagai daerah dengan kebun kopi terluas di Indonesia.

"Pagaralam yang merupakan salah satu kawasan penghasil kopi di Sumsel memang menjadi daerah kunjungan. Kita mengajak semua pihak untuk kembali mengangkat nama baik kopi Pagaralam," ujarnya.

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni mengatakan, sangat mendukung penuh kegiatan yang dilakukan Srivijaya Coffee Foundation ini. Walikota berharap misi rombongan SCF 2019 ini bisa sampai ke pihak-pihak terkait dan pemerintah daerah penghasil kopi yang dikunjungi.

"Kami masyarakat Pagaralam berharap dengan adanya kegiatan ini nama besar Kopi Pagaralam akan kembali jaya seperti dulu," ujarnya.

Wako menambahkan Pemkot Pagaralam juga fokus terhadap petani kopi. Hal ini tampak dari program yang diluncurkan yaitu 1 juta stek kopi.(one)

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved