Ini Tanda-tanda Menopause Wanita, dr Boyke Ingatkan Terjadi Perubahan Emosi dan Cepat Marah

Bagi wanita yang berusia 45-55 tahun perlu memerhatikan tanda jika sering timbulnya rasa panas di muka dan leher

Ini Tanda-tanda Menopause Wanita, dr Boyke Ingatkan Terjadi Perubahan Emosi dan Cepat Marah
Tribun Sumsel/ Ika Anggraeni
dr Boyke Dian Nugraha menyampaikan materi kesehatan dalam rangka HUT PTBA, Kamis (28/3/2019) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM- Bagi wanita yang berusia 45-55 tahun perlu memerhatikan tanda jika sering timbulnya rasa panas di muka dan leher.

Ini bisa menjadi tanda-tanda menjelang menopause.

Ginekolog dan Konsultans Seks, dr Boyke Dian Nugraha, Kamis (28/3/2019) di Tanjung Enim mengatakan, menopause adalah proses yang alamiah dan tak perlu dicemaskan.

Karena pada waktunya setiap wanita akan melalui fase ini dalam hidupnya.

dr Boyke Jelaskan Ukuran Standar Alat Kelamin Pria di Indonesia, Tidak Perlu ke Tukang Urut

Dijelaskan Boyke, bahwa usia terjadinya menopause bervariasi dalam diri wanita namun rata-rata sekitar antara 45-55 tahun.

"Gejala menopause timbul akibat hilangnya hormon estrogent yang diproduksi oleh indung telur wanita, gejala yang paling sering timbul itu yakni timbulnya rasa panas di muka dan leher yang dialami sekitar 80 persen wanita," Jelasnya.

Ia juga menjelaskan beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kehilangan estrogen menyebabkan perubahan emosi dengan urutan cepat marah sekitar 93 persen.

"Cepat lelah 91 persen, depresi 86 persen, tak bisa tidur 77 persen, kehilangan daya ingat 75 persen, sakit kepala 68 persen, sering buang air kecil 68 persen, nyeri saat berhubungan secara seksual sekitar 65 persen,"

"Tanda yang paling biasanya dijumpai pada pemeriksaan adalah keringnya vagina dan hilangnya rugae pada vagina," ungkapnya.

Tragedi Pembunuhan Melinda Zidemi, Kapolda Sumsel: Alhamdulillah Belum 48 Jam Pelaku Sudah Ditangkap

Ditambahkan Boyke, kehilangan estrogen yang lama dapat mengakibatkan terjadinya patah tulang, penebalan pada kulit, dan mudahnya terjadi penyempitan pembuluh darah koroner jantung.

"Untuk itu pemberian hormon estrogen akhir-akhir ini merupakan hal yang masih kontorversial karena pemberian hormon estrogen dalam pengobatan menopause meningkatkan terjadinya kanker selaput lendir rahim," pungkasnya.

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved